IHSG Hari Jumat Diproyeksi Fluktuatif, Pasar Cermati Rupiah

Jumat, 29 Mei 2026 | 10:13:22 WIB
Ilustrasi fluktuasi pergerakan saham (Gambar: NET)

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang bergerak fluktuatif di kisaran sempit pada perdagangan Jumat (29/5/2026). Pasalnya, pelaku pasar diperkirakan masih akan mencermati perkembangan nilai tukar rupiah, arus dana asing, serta dinamika geopolitik global sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Pengamat pasar modal sekaligus Co-Founder Pasardana, Hans Kwee, memperkirakan pergerakan IHSG pada perdagangan Jumat (29/5/2026) masih berada dalam rentang terbatas.

“IHSG diperkirakan bergerak dengan support di kisaran 5.950-6.000 dan resistance di area 6.200-6.286,” ujarnya, Kamis (28/5/2026), sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Menurut Hans, pelaku pasar masih akan mencermati perkembangan nilai tukar rupiah, arus dana asing, serta dinamika geopolitik global sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Equity Research Analyst Phintraco Sekuritas, Alrich Paskalis Tambolang, mengatakan, secara teknikal, ia menilai IHSG mulai menunjukkan indikasi perbaikan meskipun masih terbatas.

“Stochastic RSI menunjukkan potensi reversal ke arah pivot dan histogram MACD negatif mulai menyempit, sehingga IHSG berpotensi bergerak di kisaran 6.000-6.200,” jelasnya sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Sementara itu, Senior Market Chartist Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta, menilai pelemahan rupiah menjadi salah satu faktor utama yang membayangi pergerakan IHSG dalam jangka pendek.

“Depresiasi rupiah berpotensi menekan IHSG, meskipun sifatnya jangka pendek, dengan pergerakan indeks yang cenderung fluktuatif,” ujarnya sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Ia menjelaskan bahwa pelemahan rupiah dipengaruhi oleh kombinasi faktor eksternal dan domestik, termasuk penguatan dolar AS, dinamika geopolitik, serta periode repatriasi dividen oleh investor asing sebagaimana dilansir dari berita sumber.

“Jika pelemahan rupiah berlangsung agresif, biasanya diikuti oleh aksi jual bersih investor asing,” katanya sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Terkini