Antisipasi Kenaikan Harga Sembako Pemkab OKI Gelar Pasar Murah

Kamis, 28 Mei 2026 | 11:10:00 WIB
Ilustrasi toko sembako (Foto: NET)

JAKARTA – Kondisi stabilitas harga sembako pada Kamis, 28 Mei 2026, terpantau aman serta terkendali sebagai hasil dari adanya intervensi langsung oleh pihak pemerintah daerah ke pasar tradisional. Kebijakan tersebut diimplementasikan untuk menekan potensi kenaikan harga bahan pokok yang jamak terjadi menjelang tibanya Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah.

Salah satu wujud tindakan konkret dari pemerintah yakni dengan menyelenggarakan kegiatan taktis pada kawasan yang terdeteksi rawan pangan. Mengacu pada laporan berkala, situasi yang stabil ini dapat terealisasi berkat adanya pergerakan masif dari instansi terkait di bermacam daerah yang memutus rantai distribusi pangan.

Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) menjadi salah satu wilayah yang mengambil langkah sigap dalam mengantisipasi lonjakan harga tersebut. Melalui dinas terkait, sebuah program khusus yang ditujukan bagi kalangan masyarakat berpenghasilan rendah telah dilaksanakan di area halaman Kantor UPTD Pasar Kayu Agung beberapa hari yang lalu.

Langkah taktis tersebut hadir sebagai jawaban atas kegelisahan warga mengenai siklus tahunan berupa merangkaknya harga bahan pokok menjelang lebaran haji. Tanpa adanya campur tangan dari pihak otoritas, tingginya permintaan pasar biasanya akan memicu spekulasi harga di tingkat pedagang eceran.

Lewat skema subsidi ongkos angkut serta penyaluran pasokan secara langsung dari pihak produsen, strategi pemerintah dalam membatasi harga sembako dinilai efektif dalam meredam gejolak pasar. Masyarakat sekarang dapat memperoleh komoditas esensial dengan tingkat harga yang lebih murah bila disandingkan dengan standar di pasar tradisional saat ini.

Masyarakat pun memberikan tanggapan yang positif lantaran program ini dinilai mampu meringankan beban pengeluaran rumah tangga, terlebih setelah beberapa komoditas utama sempat bergerak naik disebabkan oleh adanya hambatan pasokan.

Mengenai pertanyaan masyarakat seputar esensi dari gerakan operasi pasar murah Kabupaten OKI, program ini merupakan bentuk komitmen dari Forkopimda dalam menyediakan pangan murah yang berkualitas langsung ke permukiman penduduk.

Sistem pelaksanaannya memanfaatkan kupon supaya proses distribusi dapat merata sekaligus mengantisipasi aksi borong oleh para tengkulak. Tiap kepala keluarga memperoleh kuota paket yang berisi komoditas beras, minyak goreng, gula pasir, dan tepung terigu dengan patokan harga ekonomis.

Daftar Harga Komoditas dalam Program Intervensi:

Beras SPHP (per 5 kg): Rp54.000 (Harga Pasar Tradisional: Rp65.000)

Minyak Goreng (per liter): Rp14.000 (Harga Pasar Tradisional: Rp17.500)

Gula Pasir (per kg): Rp15.000 (Harga Pasar Tradisional: Rp18.500)

Tepung Terigu (per kg): Rp11.000 (Harga Pasar Tradisional: Rp13.000)

“Harga komoditas dapat berfluktuasi sewaktu-waktu. Berbelanja dengan bijak dan pantau informasi harga resmi dari pemerintah.”

Melalui langkah pengawasan yang intensif dari Dinas Perdagangan, ketersediaan pasokan sembako dipastikan bakal aman hingga hari raya Idul Adha nanti. Pemerintah turut memberikan imbauan kepada masyarakat agar tidak melakukan aksi borong secara berlebihan karena jumlah stok nasional berada dalam kondisi mencukupi.

Di samping itu, Satgas Pangan juga terus melakukan pengawasan di pasar guna menindak tegas oknum yang kedapatan menimbun barang demi melindungi daya beli masyarakat di tengah dinamika situasi ekonomi global.

Terkini