Kesempatan Terakhir Berburu Dividen Saham SRTG Rp 1,4 Triliun

Selasa, 26 Mei 2026 | 09:39:22 WIB
Ilustrasi PT Saratoga Investama Sedaya Tbk. (SRTG). (Foto: NET)

JAKARTA – Peluang akhir untuk memperoleh dividen dengan imbal hasil (yield) mencapai hampir tiga kali lipat kini terbuka dari saham PT Saratoga Investama Sedaya Tbk. (SRTG). Tepat pada hari ini, Selasa, 26 Mei 2026, merupakan masa cum dividen untuk saham SRTG yang mengalokasikan total dana sebesar Rp 1,4 triliun.

Distribusi keuntungan ini dinilai semakin memikat para pemodal lantaran pergerakan harga saham emiten yang didirikan oleh Sandiaga Uno serta Edwin Soeryadjaya tersebut sedang berada dalam tren penurunan.

Masa cum dividen sendiri merupakan batas waktu paling akhir bagi suatu saham untuk diperdagangkan dengan masih menyertakan hak atas dividen. Para penanam modal yang berniat mengincar dividen ini diwajibkan melakukan pembelian saham bersangkutan selambat-lambatnya pada waktu cum dividen, serta menyimpannya sampai dengan tanggal pendataan para pemegang saham yang sah untuk memperoleh dividen tunai di dalam rekening efek (recording date).

Merujuk pada dokumen keterbukaan informasi yang disampaikan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tanggal 19 Mei 2026, SRTG bersiap menggelontorkan total dividen sekitar Rp 1,4 triliun. Melalui perolehan dana tersebut, nominal dividen untuk per lembar saham SRTG ditetapkan sebesar Rp 103,3 atau setara dengan Rp 10.330 untuk setiap satu lot saham.

Pada sesi perdagangan hari Senin, 25 Mei 2026, harga saham SRTG berada di posisi Rp 1.625, setelah mengalami penurunan sebesar 20 poin atau menyusut 1,22% dalam skala harian. Sementara itu, sepanjang aktivitas perdagangan dalam kurun waktu 30 hari belakangan, harga saham SRTG tercatat melemah hingga 185 poin atau merosot sebesar 10,22%.

Dengan mengacu pada posisi harga penutupan terakhir tersebut, persentase yield dividen saham SRTG sukses menyentuh angka 6,36%. Angka imbal hasil tersebut setara dengan kisaran tiga kali lipat jika dikomparasikan dengan tingkat suku bunga deposito mata uang rupiah pada bank-bank umum yang umumnya hanya berada di rentang 2%-3%.

Realisasi pembayaran dividen untuk saham SRTG ini bersumber dari perolehan laba tahun buku 2025. Sepanjang tahun 2025 tersebut, SRTG berhasil mengukir performa bisnis yang positif. Pada masa ini, SRTG sukses mengantongi laba bersih senilai Rp 7,33 triliun, atau melonjak drastis hingga 121,11% secara tahunan atau year-on-year (yoy) jika disandingkan dengan raihan tahun 2024 yang tercatat sebesar Rp 3,31 triliun.

Laju pertumbuhan laba bersih SRTG disokong oleh membaiknya kinerja keuntungan dari sektor investasi. Sebagai contoh, dari pos keuntungan atas instrumen investasi pada saham maupun efek lainnya, SRTG berhasil meraup keuntungan senilai Rp 4,13 triliun sepanjang tahun 2025. Perolehan keuntungan tersebut melesat hingga sebesar 180,05% (yoy) dari raihan di tahun 2024 yang bernilai Rp 1,47 triliun.

Jika ditotal secara akumulatif selama tahun 2025, SRTG mendokumentasikan nilai penempatan investasi pada jajaran saham kategori blue chip sebesar Rp 48,03 triliun, mengalami peningkatan dari posisi tahun 2024 yang senilai Rp 44,99 triliun.

Untuk kategori emiten blue chip yang melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI), SRTG menguasai porsi kepemilikan 9,73% saham di PT Tower Bersama Infrastructure Tbk. (TBIG) yang memiliki nilai wajar sebesar Rp 5,68 triliun. Selanjutnya, kepemilikan saham oleh SRTG pada PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) berada di angka 19,73%, dengan estimasi nilai wajar mencapai Rp 10,8 triliun.

Saratoga juga tercatat menggenggam porsi kepemilikan saham di PT Alamtri Resources Indonesia Tbk. (ADRO) dengan persentase sebesar 4% serta nilai wajar Rp 2,12 triliun. Sementara itu, untuk penempatan dana di PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI), SRTG memiliki porsi kepemilikan saham secara langsung sebanyak 4,38% dengan taksiran nilai wajar di angka Rp 2,33 triliun.

Pihak manajemen dari SRTG menjelaskan bahwa penguatan performa bisnis sepanjang tahun 2025 tersebut ditopang oleh cemerlangnya pergerakan harga saham dari sejumlah emiten yang masuk dalam portofolio perusahaan, seperti halnya saham MDKA serta TBIG.

Jadwal Pelaksanaan Pembagian Dividen Saham SRTG

Adapun rincian mengenai agenda pelaksanaan distribusi dividen tunai ini dijadwalkan sebagai berikut:

  • Tanggal perdagangan bursa yang menyertakan hak dividen tunai (Cum Dividen) pada Pasar Reguler serta Pasar Negosiasi: 26 May 26
  • Tanggal perdagangan bursa tanpa menyertakan hak dividen tunai (Ex Dividen) pada Pasar Reguler serta Pasar Negosiasi: 29 May 26
  • Tanggal perdagangan bursa yang menyertakan hak dividen tunai (Cum Dividen) pada Pasar Tunai: 2 Jun 26
  • Tanggal perdagangan bursa tanpa menyertakan hak dividen tunai (Ex Dividen) pada Pasar Tunai: 3 Jun 26
  • Tanggal Batas Penentuan Pemegang Saham yang memiliki hak sah untuk menerima dividen tunai di dalam rekening Efek (Recording Date): 2 Jun 26
  • Tanggal Pelaksanaan Pembayaran dividen tunai kepada investor: 12 Jun 26

Terkini