BRI Siapkan SAR Seratus 152,5 juta Juta untuk Dana Living Cost Jemaah Haji

Senin, 25 Mei 2026 | 12:08:19 WIB
Ilustrasi Gedung BRI (Foto: NET)

JAKARTA – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI menyediakan banknotes Saudi Arabian Riyal sejumlah SAR 152,5 juta untuk memenuhi keperluan biaya hidup (living cost) jemaah haji Indonesia pada tahun 2026.

Prosesi penandatanganan dari draf berita acara serah terima dana tersebut dilangsungkan di Kantor Pusat BRI, Jakarta, pada hari Kamis (9/4).

Sebagaimana dilansir dari berita sumber, mandat penunjukan ini menjadi momentum kesepuluh kalinya bagi pihak BRI dalam mengemban peranan strategis tersebut. Alokasi dana living cost ini bakal disalurkan kepada 203.320 calon jemaah haji melalui 22 embarkasi yang tersebar di penjuru Indonesia sebelum jadwal keberangkatan yang diatur pada akhir April hingga akhir Mei 2026.

Masing-masing jemaah kelak akan memperoleh SAR 750 dengan perincian berupa satu lembar pecahan SAR 500, dua lembar pecahan SAR 100, serta satu lembar pecahan SAR 50.

Jalinan kerja sama ini turut melibatkan pihak BRI, Badan Pengelola Keuangan Haji, beserta Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia. Kolaborasi tersebut disahkan melalui tanda tangan Direktur Treasury and International Banking BRI Farida Thamrin, Anggota Badan Pelaksana Bidang Akuntansi & Keuangan BPKH Amri Yusuf, serta Direktur Dirjen Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah Kementerian Haji dan Umrah RI Jaenal Effendi.

Cakupan jaringan kerja BRI yang terhitung luas diharapkan dapat memaksimalkan pemenuhan kebutuhan logistik para jemaah sewaktu menjalani ibadah di Tanah Suci. Di samping itu, pihak bank turut memfasilitasi sarana penukaran tambahan lewat gerai Money Changer BRI di tiap-tiap embarkasi.

“Dengan dukungan jaringan kerja BRI yang tersebar luas di seluruh Indonesia, pendistribusian banknotes SAR diharapkan dapat berlangsung secara efektif dan efisien. Hal ini sekaligus menegaskan kapabilitas BRI sebagai bank dengan infrastruktur dan jangkauan layanan yang komprehensif dalam memenuhi kebutuhan jemaah haji. Di sisi lain, peran ini juga menjadi bagian penting dari sinergi BRI dengan pemerintah dalam memastikan seluruh kebutuhan jemaah dapat dipenuhi secara optimal selama berada di Tanah Suci,” ujar Farida Thamrin, Direktur Treasury and International Banking BRI dalam keterangan tertulis, Jumat (10/4/2026) sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Pihak pemerintah pada saat ini terus berupaya memacu kualitas dari segi pelayanan serta mengimplementasikan efisiensi pada tata kelola. Langkah penguatan tersebut dikonsentrasikan pada penekanan ongkos biaya, pengaturan daftar antrean tunggu, aktivitas ekspor produk lokal, hingga agenda pembangunan Kampung Haji Indonesia.

"Kami akan terus berkolaborasi dan sinergi mencari solusi inovatif untuk menurunkan biaya haji tanpa sedikit pun mengorbankan kualitas penyelenggaraan haji dan pelayanan kepada jemaah," ujar Amri Yusuf, Anggota Badan Pelaksana Bidang Akuntansi & Keuangan BPKH sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Kebijakan dalam pengadaan dana modal harian ini dinilai memegang peranan krusial demi menjaga ketenangan psikologis bagi para jemaah. Pemerintah menaruh harapan agar proses pemenuhan fasilitas logistik keuangan ini dapat bergulir tanpa menemui kendala.

"Dengan pengalaman BRI dalam penyediaan banknotes untuk living cost sebelumnya, kami percaya amanah besar ini dapat terlaksana dengan baik. Living cost bukan sekadar bekal materi untuk kebutuhan harian jemaah, melainkan instrumen penting yang memberikan rasa tenang bagi jemaah selama berada di Tanah Suci," ujar Jaenal Effendi, Direktur Jenderal Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah Kementerian Haji dan Umrah RI sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Alur distribusi logistik finansial ini nantinya bakal melewati sejumlah wilayah embarkasi, yang di antaranya meliputi Aceh, Medan, Padang, Batam, Palembang, Bangka Belitung, Jambi, Bengkulu, Lampung, Jakarta, Tangerang, Bekasi, Majalengka, Solo, Yogyakarta, Surabaya, Banjarmasin, Balikpapan, Lombok, Makassar, Gorontalo, sampai dengan Maluku.

Terkini