Program Buyback Saham BCA Resmi Berjalan Hingga Maret 2027

Senin, 25 Mei 2026 | 10:34:20 WIB
Ilustrasi PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) (Foto: NET)

JAKARTA – Aksi korporasi yang berupa agenda pembelian kembali atau buyback saham secara resmi mulai digulirkan oleh PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) terhitung sejak 28 April 2026.

Langkah strategis tersebut dieksekusi setelah pihak perseroan berhasil mendapatkan lampu hijau atau persetujuan melalui gelaran Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 yang dilaksanakan pada 12 Maret 2026 yang lalu.

Melalui keputusan besar ini, jajaran manajemen menunjukkan adanya rasa optimisme yang tinggi terhadap laju ekspansi bisnis internal perusahaan serta situasi pasar modal di dalam negeri, sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Presiden Direktur BCA, Hendra Lembong, menguraikan bahwa pelaksanaan agenda ini merupakan indikator yang positif bagi roda pergerakan industri keuangan di kancah nasional.

“Pelaksanaan buyback saham merupakan sinyal optimisme kami di pasar modal Indonesia. Aksi korporasi ini merupakan wujud keyakinan kami atas fundamental bisnis Perseroan,” ujarnya, Rabu (28/4/2026), sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Aspek kepatuhan terhadap aturan regulasi yang sedang berlaku serta pengimplementasian asas Good Corporate Governance (GCG) dipastikan tetap menempati prioritas paling utama bagi pihak bank dalam menjalankan kebijakan korporasi tersebut.

Program pengadaan kembali aset saham ini diagendakan bakal berjalan dalam rentang waktu selama 12 bulan, yang dihitung mulai tanggal 12 Maret 2026 hingga berakhir pada 11 Maret 2027.

Walakin, ketetapan periodisasi tersebut sewaktu-waktu dapat disudahi secara lebih awal sekiranya muncul kondisi-kondisi tertentu yang sejalan dengan aturan perundang-undangan yang berlaku.

Pihak manajemen juga memberikan kepastian bahwa jalannya aktivitas korporasi ini tidak akan menimbulkan dampak yang bersifat material terhadap sisi operasional maupun capaian performa finansial dari perusahaan. Segala bentuk dinamika yang tengah bergulir di pasar saham bakal terus dijadikan sebagai tolok ukur sekaligus acuan utama bagi BCA dalam mengeksekusi program pembelian tersebut.

“Kami mengungkapkan apresiasi sebesar-besarnya atas kepercayaan dan dukungan dari segenap pemegang saham. BCA senantiasa berfokus pada fundamental bisnis perseroan, serta melangkah dengan pruden pada tahun 2026,” tutur Hendra sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Terkini