Memasuki Tanggal Cum Date, TPIA Bagikan Dividen 30 Juta Dolar AS

Senin, 25 Mei 2026 | 10:34:20 WIB
Ilustrasi PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) (Foto: NET)

JAKARTA – PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) mempublikasikan agenda penyaluran dividen dengan total senilai US$ 30 juta atau setara Rp 6,07 untuk tiap lembar sahamnya pada Senin (25/5/2026). Waktu perdagangan ini menjadi sangat krusial bagi para pemegang modal lantaran bertepatan dengan tanggal cum date dividen pada pasar reguler serta pasar negosiasi, sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Ketetapan pendistribusian keuntungan dari emiten kepunyaan konglomerat Prajogo Pangestu ini bergulir di waktu yang bersamaan dengan datangnya tekanan pasar yang teramat besar terhadap laju saham korporasi. Sepanjang pekan kemarin, arah pergerakan harga efek TPIA konsisten didera penyusutan hingga terlempar melemah 11,89 persen menuju posisi level Rp 2.000 pada hari Jumat (22/5/2026).

Imbas dari kejatuhan yang berlangsung selama sepekan belakangan tersebut, akumulasi kemerosotan nilai saham TPIA menyentuh angka 53,49 persen. Jika merujuk pada patokan harga penutupan di akhir pekan lalu, estimasi tingkat dividend yield yang bakal dikantongi oleh para investor diproyeksikan bertengger pada kisaran 0,3 persen.

Di tengah masifnya hantaman gelombang jual tersebut, aktivitas transaksi pembelian terselubung terendus di pasar dalam negeri. Pihak broker Mirae Asset Sekuritas membukukan catatan aksi beli bersih (net buy) oleh investor domestik dengan akumulasi nilai menyentuh angka Rp 81,6 miliar untuk rentang waktu 16 sampai 22 Mei 2026, yang mana harga pembelian rata-rata berada di level Rp 2.496 tiap sahamnya.

Hal sebaliknya diperlihatkan oleh para pelaku pasar modal global yang justru memutuskan untuk menarik modal mereka keluar dari emiten bersangkutan. Menilik data publikasi dari BRI Danareksa Sekuritas, pemodal internasional menorehkan aksi jual bersih atau net foreign sell senilai Rp 458 miliar pada pasar reguler selama satu bulan ke belakang.

Pihak sekuritas menganalisis bahwa pergerakan instrumen investasi ini terpantau masih terjebak di dalam koridor tren penurunan yang kokoh usai menjebol batas bawah psikologisnya. Kajian teknikal memperlihatkan adanya ancaman koreksi lanjutan yang mesti diwaspadai oleh para pelaku pasar modal dalam kurun waktu beberapa saat ke depan.

"Waspadai potensi penurunan lebih lanjut dengan target support selanjutnya pada kisaran 2.340-1.305," sebut BRI Danareksa Sekuritas pada Senin (25/5/2026) sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Kejatuhan mendalam yang menimpa harga saham berkode TPIA ini pada akhirnya ikut menyeret emiten tersebut ke dalam jajaran daftar saham yang mendatangkan kerugian lumayan besar bagi para pemilik modal dalam kurun waktu perdagangan pekan terakhir.

Terkini