Pasar Respons Aturan Ekspor, Saham MEDC Hingga BRPT Ambles

Jumat, 22 Mei 2026 | 12:32:40 WIB
Ilustrasi regulasi ekspor SDA satu pintu (Gambar: NET)

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terdampar di zona merah pada penutupan perdagangan Selasa (19/5/2026) saat pelaku pasar merespons asumsi RAPBN 2027 serta regulasi ekspor SDA satu pintu. Beberapa saham layaknya MEDC, DEWA, dan BRPT terlihat ambles sore ini.

Mengacu pada data IDX Mobile, IHSG ditutup melemah signifikan sebesar 223,56 poin atau setara 3,54% menuju posisi 6.094,94 pada akhir sesi perdagangan. Sepanjang jam perdagangan, indeks bergerak pada rentang terendah 6.080,95 sampai level tertinggi 6.378,81.

Ditinjau dari aspek likuiditas, perputaran nilai transaksi hari ini menyentuh Rp18,27 triliun, dengan volume perdagangan mencapai 33,63 miliar unit saham. Adapun frekuensi perdagangan terdata sebanyak 2,121 juta kali. Sebanyak 91 saham terpantau menguat, 700 saham terkoreksi, dan sisa 168 saham lainnya bergerak mendatar.

Sejumlah emiten yang ikut menyeret penurunan indeks LQ-45 meliputi PT Medco Energi Internasional Tbk. (MEDC) yang melorot 14,84% ke level Rp1.320, disusul saham PT Darma Henwa Tbk. (DEWA) yang susut 11,64% ke level Rp334, serta saham PT Barito Pacific Tbk. (BRPT) yang terpangkas 11,05% menuju level Rp1.530.

Berikutnya, saham PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk. (CUAN) melemah 9,32% ke posisi Rp535, diikuti saham PT Merdeka Battery Materials Tbk. (MBMA) yang anjlok 11,85% ke level Rp476, dan PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk. (EXCL) yang melempem 8,59% ke harga Rp2.660.

Sebaliknya, saham-saham yang sanggup menahan indeks dari kejatuhan yang lebih masif adalah saham PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk. (AMRT) yang naik 2,49% ke level Rp1.440, dilanjutkan saham PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk. (CPIN) yang terapresiasi 2,40% ke level Rp4.170, serta saham PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN) yang menguat 2,36% menuju harga Rp3.040.

Selanjutnya, saham PT Indofood Sukses Makmur Tbk. (INDF) terangkat 2,27% ke level Rp6.750, beserta saham PT Perusahaan Gas Negara (persero) Tbk. (PGAS) yang melaju 1,39% ke posisi Rp1.825.

Tim analis Phintraco Sekuritas menyebutkan bahwa sentimen dari dalam negeri masih menjadi penggerak utama pasar, terkait dengan pidato Presiden RI di DPR yang di antaranya memaparkan target defisit anggaran untuk tahun 2027 pada kisaran 1.8%-2.4% dari PDB.

Mengenai asumsi dasar makroekonomi di dalam RAPBN 2027, poin-poinnya mencakup target pertumbuhan ekonomi tahun 2027 di rentang 5,8%-6,5%, tingkat inflasi sebesar 1,5%-3,5%, fluktuasi nilai tukar rupiah pada rentang Rp16,800-Rp17,500/US$, serta tingkat suku bunga SBN tenor 10 tahun pada kisaran 6,5%-7,3%.

Bukan hanya itu, Presiden pun memublikasikan bahwa Pemerintah bakal memberlakukan kewajiban ekspor komoditas sumber daya alam melalui badan usaha milik negara yang ditunjuk secara resmi selaku eksportir tunggal. Kebijakan ini dijadwalkan dimulai pada komoditas CPO, batu bara, serta paduan besi.

Diestimasi para pelaku pasar akan bersikap wait and see terlebih dahulu guna mencermati perkembangan asumsi RAPBN 2027 serta regulasi ekspor SDA tersebut.

Terkini