PGN Amankan Pasokan LNG Blok Masela Melalui Kontrak Baru Jangka Panjang

Jumat, 22 Mei 2026 | 11:00:17 WIB
Ilustrasi Kliang LNG Blok Masela (Foto: NET)

JAKARTA – PT Pertamina Gas Negara Tbk. (PGAS) atau PGN, resmi menandatangani kontrak baru bersama INPEX Masela Ltd. guna menyerap hasil produksi LNG dan gas bumi dari proyek abadi LNG di Blok Masela.

Berdasarkan keterbukaan informasi yang dipublikasikan oleh perseroan pada 21 Mei 2026, PGAS dan Masela PSC Contractor—yang beranggotakan INPEX Masela Ltd., PT Pertamina Hulu Energi Masela, serta Petronas Masela Sdn. Bhd.—telah mencapai kesepakatan mengenai pokok-pokok perjanjian dan term sheet potensi penjualan (HOA & Term Sheet).

"Perseroan dan Masela PSC Contractor telah menyepakati HOA & Term Sheet sehubungan dengan potensi penjualan LNG dari proyek LNG Abadi, Blok Masela, kepada perseroan untuk periode pengiriman yang diperkorakan dimulai pada 2033 dengan jangka waktu 15 tahun," sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Fajriyah Usman memaparkan bahwa kontrak baru ini memiliki potensi untuk memperkuat portofolio pasokan gas jangka panjang PGAS yang berbasis LNG.

Merujuk pada laporan keuangan triwulan I/2026 yang belum diaudit, sektor perdagangan LNG (LNG trading) pada periode ini belum memberikan andil terhadap pendapatan perseroan.

Kondisi ini berbeda dengan triwulan I/2025, di mana lini usaha perdagangan LNG mampu menyumbang US$57,95 juta terhadap total pendapatan yang dikumpulkan oleh PGAS.

Secara keseluruhan, jumlah pendapatan total PGAS pada kuartal I tahun ini mengalami penurunan menjadi US$929,56 juta, jika disandingkan dengan kuartal I/2025 yang mencapai US$966,56 juta.

Melalui keterangan terpisah, Direktur Utama PGAS Arief K. Risdianto menjabarkan bahwa kesepakatan tersebut nantinya akan ditindaklanjuti menuju tahapan perjanjian jual beli (sale and purchase agreement/SPA) yang sifatnya mengikat untuk pemenuhan pasokan LNG dan gas bumi.

"Kerja sama ini merupakan bagian dari komitmen nyata PGN dalam mengoptimalkan pemanfaatan sumber gas domestik untuk kebutuhan pelanggan, sekaligus sebagai bagian dari Pertamina Group dalam perannya memenuhi kebutuhan energi dan pondasi ketahanan energi nasional," sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Adapun penandatanganan kesepakatan strategis yang diraih oleh PGAS ini dilakukan di dalam rangkaian acara Indonesian Petroleum Association Convention and Exhibition (IPA Convex) 2026 yang digelar di Jakarta pada Rabu, 20 Mei 2026.

Di dalam forum itu, perseroan juga menyepakati sejumlah komitmen strategis terkait pasokan gas bumi, baik lewat optimalisasi lapangan di dalam negeri maupun perluasan pasokan LNG untuk jangka panjang.

PGAS bersama dengan mitra pemasok gas bumi lainnya turut menandatangani amandemen Perjanjian Jual Beli Gas (PJBG) guna memperpanjang kontrak pasokan gas bumi dari Wilayah Kerja (WK) Corridor untuk keperluan Bahan Bakar Gas (BBG) dan jaringan gas rumah tangga (Jargas).

Di samping itu, dilakukan pula perubahan serta pernyataan kembali PJBG untuk perpanjangan kontrak pasokan gas bumi dari Husky-CNOOC Madura Limited (HCML), sekaligus penyusunan key terms bersama Medco E&P Sakakemang guna pembelian pasokan gas bumi dari Wilayah Kerja (WK) Sakakemang.

Adanya kepastian usaha jangka panjang dari perseroan ini menjadikan sahamnya tetap dilirik oleh investor kawakan Lo Kheng Hong. Lo Kheng Hong terpantau masih mengoleksi saham PGAS dengan jumlah porsi yang sangat besar. Malahan, jumlah saham yang dimilikinya mengalami peningkatan jika dibandingkan dengan periode yang lalu.

Berdasarkan data yang dihimpun pada Selasa (19/5/2026), Lo Kheng Hong menguasai 196,76 juta lembar saham PGAS sampai dengan akhir April 2026. Angka tersebut merangkak naik dari posisi 181,78 juta lembar saham pada akhir Februari 2026.

Sementara itu di papan perdagangan bursa, saham PGAS pada transaksi intraday pukul 11.49 WIB hari ini, Kamis (21/5/2026) mencatatkan penguatan sebesar 1,39% menuju level Rp1.825. Posisi harga ini memperlihatkan adanya koreksi sebesar 4,45% secara year to date (YtD). Hingga saat ini, nilai kapitalisasi pasar yang dimiliki PGAS bertengger di angka Rp44,24 triliun dengan porsi saham publik (free float) sebesar 43,03%.

Terkini