IHSG Anjlok 30 Persen Buka Peluang Aksi Beli Selektif Investor

Jumat, 22 Mei 2026 | 09:47:25 WIB
Ilustrasi Investor (Gambar: NET)

JAKARTA – Penurunan tajam Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hingga hampir 30 persen sepanjang tahun berjalan (YTD) mulai memicu respons positif dari pemodal dalam negeri. Seperti dilansir dari Money, koreksi dalam ini membuka kesempatan bagi investor domestik untuk melakukan aksi beli secara selektif.

Tekanan jual yang masif disertai keluarnya dana asing dalam jumlah besar membuat valuasi sejumlah saham merosot drastis. Kondisi tersebut membuat harga saham-saham tersebut kini dinilai sudah berada di area yang sangat murah.

Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Nafan Aji Gusta, memberikan pandangan bahwa pergerakan indeks kini sudah memasuki fase jenuh jual yang sangat ekstrem.

Analisis teknikal melalui indikator Relative Strength Index (RSI) juga mengindikasikan adanya pola positive divergence setelah indeks melewati uji target wave 5/A alt. Potensi pembalikan arah atau technical rebound secara bertahap pun diperkirakan mulai terbuka karena tekanan koreksi yang kian terbatas.

"IHSG sudah dalam kondisi extremely oversold dan menunjukkan positive divergence berdasarkan indikator RSI setelah berhasil menguji target “wave 5 / A alt.”. Diharapkan fase pelemahan terbatas mulai terjadi," ujar Nafan, Jumat (22/5/2026) sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Penurunan tajam pada sesi perdagangan sebelumnya diakui telah membuat harga saham di bursa domestik terdiskon besar-besaran.

Situasi kejatuhan harga akibat kepanikan pasar ini diperkirakan dapat menarik minat institusi lokal seperti pengelola dana pensiun dan perusahaan asuransi. Lembaga-lembaga tersebut berpotensi melakukan akumulasi secara bertahap atau bottom fishing untuk memanfaatkan momentum harga murah.

"Berbagai saham yang berada di level valuasi yang sangat murah atau deeply undervalued, sehingga kondisi ini berpotensi memicu minat beli selektif dari investor institusi domestik, baik dana pensiun maupun asuransi, untuk melakukan akumulasi bertahap atau bottom fishing, dengan memanfaatkan harga diskon pasca-panic selling," paparnya sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Di lingkup global, perhatian pelaku pasar masih tertuju pada perkembangan kondisi geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran. Kabar mengenai tercapainya draf akhir kesepakatan damai yang dimediasi oleh Pakistan menjadi fokus perhatian utama saat ini.

Poin-poin penting dalam draf tersebut meliputi penerapan gencatan senjata segera di seluruh lini pertempuran. Selain itu, terdapat jaminan kebebasan jalur navigasi di kawasan Teluk serta Selat Hormuz, yang diikuti rencana perundingan lanjutan untuk isu yang belum selesai dalam sepekan.

Sementara dari dalam negeri, rilis data transaksi berjalan kuartal I-2026 menjadi perhatian utama dengan proyeksi defisit yang terkendali sebesar 0,8 miliar dolar AS.

Angka defisit yang minim ini mencerminkan bahwa pasokan valuta asing dari sektor ekspor Indonesia masih kokoh dalam mengimbangi tekanan impor serta kewajiban pembayaran jasa luar negeri.

Data tersebut sekaligus memperlihatkan ketahanan ekonomi nasional yang kuat di tengah fluktuasi harga komoditas dunia. Pengumuman resmi dari Bank Indonesia yang sesuai ekspektasi ini dinilai bisa menjadi sentimen fundamental penting untuk meredam kecemasan di pasar modal.

Untuk perdagangan Jumat (22/5/2026), pergerakan IHSG diproyeksikan berada pada rentang area support 6.081-5.815 dan area resistance pada kisaran 6.347-6.511.

Terkini