JAKARTA – SpaceX resmi membuka dokumen penawaran saham perdana atau IPO kepada publik pada Rabu (20/5/2026) di Jakarta untuk mengungkap proyeksi bisnis kecerdasan buatan dan target valuasi perusahaan.
Perusahaan antariksa ini membidik nilai valuasi hingga US$ 1,75 triliun dalam lantai bursa, yang berpotensi melampaui rekor IPO terbesar dunia milik Saudi Aramco pada tahun 2019 silam.
Dilansir dari Internasional, laporan prospektus menunjukkan bahwa ekspansi ke industri kecerdasan buatan (AI) menjadi pemicu utama tekanan finansial perusahaan setelah SpaceX mengakuisisi startup xAI milik Elon Musk pada Februari lalu.
Kinerja keuangan kuartal pertama tahun 2026 mencatat rugi operasional perusahaan sebesar US$ 1,94 miliar dari total pendapatan senilai US$ 4,69 miliar akibat beban berat dari divisi AI.
Sektor AI menyumbang kerugian terbesar mencapai US$ 2,47 miliar dengan pendapatan US$ 818 juta, sementara unit internet satelit Starlink justru meraup laba operasional US$ 1,19 miliar.
Pendanaan besar-besaran dialokasikan untuk infrastruktur komputasi, dengan porsi 76 persen dari total belanja modal kuartal pertama sebesar US$ 10,1 miliar diarahkan khusus pada pengembangan AI.
Rencana jangka panjang perusahaan mencakup pembangunan pusat data AI bertenaga surya di luar angkasa yang diproyeksikan memiliki potensi pasar global hingga US$ 28,5 triliun.
Struktur saham ganda yang diterapkan setelah melantai di bursa memastikan Elon Musk tetap memegang kendali penuh dengan kepemilikan 85,1 persen hak suara gabungan.
Aturan internal prospektus tersebut juga membatasi hak investor publik terkait pengajuan gugatan hukum sekaligus memberikan proteksi khusus terhadap posisi kepemimpinan Elon Musk.
Keunggulan komersial SpaceX ditopang oleh operasional 10.000 satelit Starlink dan teknologi roket yang dapat digunakan kembali untuk bersaing ketat dengan Blue Origin milik Jeff Bezos.
Saat ini manajemen sedang mempersiapkan uji terbang roket generasi terbaru Starship pekan ini sebelum mulai menjual saham dengan kode SPCX di bursa Nasdaq pada Juni 2026.