Indeks Dow Jones Melonjak 1,31 Persen Menuju Level 50.009,35

Kamis, 21 Mei 2026 | 10:34:30 WIB
Ilustrasi Dow jones (Gambar: NET)

JAKARTA – Indeks-indeks saham Wall Street ditutup rebound besar pada perdagangan Rabu (20/5/2026) seiring meredanya kekhawatiran terhadap lonjakan harga minyak dan imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS. Sentimen pasar turut didorong optimisme bahwa konflik di Timur Tengah berpotensi segera mereda.

Dikutip dari CNBC internasional, indeks Dow Jones Industrial Average melonjak 645,47 poin (1,31%) ke level 50.009,35. S&P 500 melejit 1,08% ke 7.432,97, sementara Nasdaq Composite melesat 1,54% dan berakhir di 26.270,36.

Dari pasar energi, harga minyak ikut terkoreksi tajam. West Texas Intermediate (WTI) futures merosot 5,66% ke US$ 98,26 per barel, sedangkan Brent crude turun 5,63% menjadi US$ 105,02 per barel. Penurunan ini terjadi setelah pernyataan Presiden AS Donald Trump yang menyebut pemerintah tengah berada di ‘tahap akhir’ negosiasi dengan Iran.

Di pasar obligasi, yield juga melemah. Yield obligasi AS tenor 10 tahun turun lebih dari 9 basis poin, sementara yield obligasi 30 tahun turun lebih dari 6 basis poin. Sebelumnya, pasar sempat terguncang karena yield 30 tahun menyentuh level tertinggi sejak 2007, dan tenor 10 tahun mendekati level tertinggi dalam beberapa tahun terakhir.

Kenaikan yield dan harga minyak sebelumnya memicu kekhawatiran inflasi kembali meningkat, yang berpotensi mendorong The Fed mempertahankan kebijakan ketat lebih lama. Risalah rapat The Fed menunjukkan sebagian pejabat membuka peluang kenaikan suku bunga jika inflasi tetap bertahan di atas target 2%.

Di tengah perbaikan sentimen risiko, investor kini mengalihkan fokus ke laporan kinerja Nvidia yang akan dirilis setelah penutupan pasar. Saham perusahaan semikonduktor itu tercatat naik lebih dari 1% dan masih menjadi salah satu penggerak utama reli saham berbasis kecerdasan buatan (AI).

Chief Investment Officer Main Street Research, James Demmert, menyebut Nvidia sebagai saham paling penting dalam tema AI global. Menurutnya, meski ekspektasi pasar relatif lebih moderat, hasil kinerja perusahaan tetap akan menjadi penentu arah pasar.

“Nvidia adalah saham AI paling penting, dan begitu besar kontribusi AI terhadap reli pasar beberapa tahun terakhir,” ujarnya sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Saham Nvidia sendiri telah naik hampir 20% sepanjang tahun ini, meski sebelumnya mencatat reli lebih dari 1.400% dalam lima tahun terakhir. Investor kini mencermati risiko tekanan margin akibat kenaikan harga memori serta strategi perusahaan dalam menghadapi pasar China.

Terkini