JAKARTA – PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) bakal menyalurkan dividen tunai untuk tahun buku 2025 dengan total nilai mencapai Rp 6,54 triliun. Melalui pembagian tersebut, para pemegang saham akan memperoleh dividen sebesar Rp 56,3 per lembar saham.
Penyaluran dividen ini diputuskan selaras dengan hasil keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang telah dilaksanakan pada 18 Mei 2026. Keterangan tersebut dihimpun berdasarkan data keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) yang dirilis pada Kamis (21/5/2026).
Pihak perseroan membagikan dividen tahun buku 2025 dengan mengacu pada data laporan keuangan per 31 Desember 2025. Beberapa indikator yang dipertimbangkan di antaranya adalah perolehan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk senilai Rp 6,60 triliun, saldo laba ditahan yang status penggunaannya belum dibatasi sebesar Rp 6,55 triliun, serta total ekuitas perusahaan yang tercatat Rp 28,35 triliun.
Berikut merupakan rincian jadwal lengkap pembagian dividen tahun buku 2025:
- Tanggal efektif jatuh pada 2 Juni 2026
- Tanggal cum dividen untuk pasar reguler serta pasar negosiasi pada 26 Mei 2026
- Tanggal ex dividen untuk pasar reguler serta pasar negosiasi pada 29 Mei 2026
- Tanggal cum dividen untuk pasar tunai pada 2 Juni 2026
- Tanggal ex dividen untuk pasar tunai pada 3 Juni 2026
- Tanggal daftar pemegang saham (DPS) yang memiliki hak atas dividen tunai pada 2 Juni 2026 pukul 16.00 WIB
- Tanggal realisasi pembayaran dividen pada 19 Juni 2026
Pada sesi penutupan perdagangan saham hari Rabu, 20 Mei 2026, nilai saham HMSP terpantau melemah sebesar 1,37% menuju level Rp 720 per lembar saham. Saat pembukaan, saham HMSP sempat bergerak stagnan pada angka Rp 730 per saham. Area harga saham HMSP bergerak pada rentang tertinggi di Rp 750 dan menyentuh level terendah di Rp 715 per saham. Adapun total frekuensi transaksi tercatat sebanyak 2.799 kali dengan volume perdagangan mencapai 221.582 saham, serta membukukan nilai transaksi sebesar Rp 16,2 miliar.
Kinerja 2025
Sebelumnya, PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) yang beroperasi dalam sektor industri rokok membukukan adanya penurunan performa keuangan sepanjang tahun 2025. Perolehan laba tahun berjalan perusahaan mengalami penurunan tipis ke kisaran Rp 6,61 triliun pada tahun 2025, sedikit lebih rendah jika dibandingkan dengan pencapaian periode 2024 yang mampu menembus Rp 6,64 triliun.
Mengutip data keterbukaan informasi BEI pada Kamis (12/3/2026), melalui laporan kinerja keuangan yang dipublikasikan di Bursa Efek Indonesia, penurunan laba bersih tersebut berjalan seiring dengan menyusutnya angka pendapatan perusahaan. Sepanjang periode 2025, nilai penjualan HMSP tercatat berada di angka Rp 112,17 triliun, atau lebih rendah bila disandingkan dengan kurun waktu yang sama pada tahun sebelumnya yang sempat menyentuh Rp 117,88 triliun.
Kendati pos pendapatan mengalami penyusutan, perolehan laba kotor perusahaan justru memperlihatkan adanya pertumbuhan. Nilainya terpantau menanjak dari posisi Rp 18,53 triliun menjadi sebesar Rp 20,61 triliun. Kenaikan pada pos ini didorong oleh penurunan beban pokok penjualan yang nilainya lebih besar ketimbang penurunan pada nilai penjualan itu sendiri.
Pergerakan Aset dan Saham HMSP
Menurunnya perolehan laba turut memberikan imbas pada laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk, di mana pos ini terkoreksi tipis dari Rp 6,64 triliun menjadi Rp 6,60 triliun. Sementara itu, untuk nilai laba per saham dasar dilaporkan bertahan pada level Rp 57 per lembar saham.
Dilihat dari posisi neraca keuangan, jumlah keseluruhan aset yang dimiliki HMSP pada tahun 2025 tercatat sebesar Rp 51,56 triliun, atau mengalami penurunan dari pembukuan tahun 2024 yang sempat mencapai Rp 54,29 triliun. Selaras dengan hal tersebut, jumlah kewajiban atau liabilitas perusahaan juga terpantau ikut melandai, dari posisi Rp 25,93 triliun menjadi sebesar Rp 23,21 triliun.
Sisi menariknya, di tengah situasi kinerja keuangan yang sedang mengalami pelemahan, pergerakan harga saham HMSP justru memperlihatkan tren yang positif. Dalam kurun waktu satu tahun terakhir, nilai saham perusahaan ini terangkat sekitar 51% hingga bertengger di level Rp 795 per lembar saham. Jika ditinjau secara year to date (YTD), saham HMSP juga dilaporkan masih mengantongi kenaikan di atas 7%.