Getah Karet Tembus Rp17.500 per Kg, Petani Tanjung Medan Optimistis

Rabu, 20 Mei 2026 | 12:36:51 WIB
Ilustrasi Kebun Karet (Foto: NET)

ROHIL - Kenaikan harga jual mingguan getah karet di tingkat lapangan mulai membawa angin segar bagi para pekebun karet di wilayah Kecamatan Tanjung Medan, Kabupaten Rokan Hilir (Rohil), Riau.

Harga getah yang diperoleh petani dari pihak pengepul atau toke saat ini telah menyentuh Rp17.500 per kilogram, sehingga memicu sebagian petani merasa lebih optimistis dibandingkan masa sebelumnya.

Berdasarkan hasil pemantauan jurnalis datariau.com di salah satu pangkalan karet di Dusun Simpang Tiga Perdamaian (Sigambal II), Kepenghuluan Akar Belingkar, Senin (18/5/2026), tampak aktivitas transaksi jual beli getah berlangsung dengan penuh antusiasme. Para petani menyatakan kepuasan mereka karena harga getah terus merangkak naik dari minggu ke minggu.

Baca Juga Kakao Kepulauan Yapen Targetkan Ekspor Eropa Rp 108 Miliar

Salah seorang pekebun karet, Diman, mengutarakan rasa syukurnya atas kondisi harga komoditas tersebut yang kian membaik.

“Saya merasa sedikit senang dan puas jika harga jual getah mengalami kemajuan dan sudah jauh meninggalkan harga yang sangat memprihatinkan bagi kami, khususnya petani karet,” ujarnya sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Walaupun harga saat ini sudah mencapai angka Rp17.500 per kilogram, para petani tetap menaruh harapan agar harga getah dapat terus merangkak naik supaya tingkat kesejahteraan mereka semakin meningkat.

“Semoga saja harga tersebut bisa lagi membaik dari harga yang sekarang meski sudah menembus angka Rp17.500 per kilogram,” harap Diman sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Menurut penuturan warga, sebelumnya harga getah lokal sempat berada dalam kondisi yang sangat memprihatinkan dan dianggap belum sanggup mengimbangi pendapatan yang diperoleh para petani kelapa sawit.

Keadaan tersebut bahkan sempat mendorong sebagian masyarakat untuk menebang lahan perkebunan karet mereka lantaran harga jual getah tidak kunjung memperlihatkan perbaikan.

Namun, lewat adanya peningkatan harga sekarang ini, masyarakat mulai melihat adanya titik terang bagi kelangsungan sektor perkebunan karet di wilayah Rohil.

Meski begitu, rasa sangsi masih membayangi sebagian petani. Di sejumlah daerah, banyak lahan karet yang telah dialihfungsikan menjadi perkebunan kelapa sawit.

Malahan, tidak sedikit petani yang mulai menyisipkan tanaman sawit di sela-sela kebun karet sebagai bentuk langkah antisipasi perekonomian.

“Keyakinan petani karet terhadap harga jual getah sempat hampir memudar, sehingga banyak yang mengambil keputusan untuk melakukan replanting dengan tanaman kelapa sawit demi mempertahankan ekonomi rumah tangga,” tambahnya sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Para petani sangat berharap agar pihak pemerintah terus mencurahkan perhatian terhadap nasib para petani karet, termasuk dalam upaya menjaga stabilitas harga supaya kesejahteraan mereka dapat berimbang dengan petani komoditas lainnya.

“Harapannya, pemerintah dapat meningkatkan kesejahteraan petani karet agar setara dengan petani kelapa sawit maupun petani lainnya, sehingga seluruh petani Indonesia dapat hidup lebih mapan dan sejahtera,” tutupnya sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Terkini