OJK Catat Investor Pasar Modal Tembus 26,7 Juta hingga Mei 2026

Rabu, 20 Mei 2026 | 11:29:13 WIB
Ilustrasi OJK (Foto: NET)

JAKARTA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melaporkan bahwa angka pemodal di pasar modal Indonesia sudah menyentuh kisaran 26,7 juta investor sampai dengan 5 Mei 2026.

Informasi tersebut dibeberkan oleh Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi, ketika mengisi Kuliah Umum di Universitas Malahayati, Bandar Lampung pada Selasa (19/5/2026).

Di lain pihak, total investor pasar modal di wilayah Provinsi Lampung dilaporkan menembus angka kisaran 614 ribu investor, yang menempatkan daerah tersebut di posisi kesembilan secara nasional.

Berdasarkan pandangan Hasan, di tengah pesatnya perkembangan inovasi digital serta situasi ketidakpastian global, publik dituntut mempunyai pemahaman investasi yang mumpuni agar dapat mengambil keputusan finansial dengan bijaksana.

Hasan turut mengutarakan bahwa mengacu pada hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) Tahun 2025, angka literasi Pasar Modal Indonesia baru menyentuh 17,78 persen.

“Nah tentu PR kami bersama, karena tingkat literasi yang masih terbatas, maka akan ada celah yang dapat dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang memiliki niat tidak baik untuk menawarkan investasi bodong atau investasi palsu maupun melakukan tindakan penipuan,” kata Hasan sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Dirinya pun memberikan penekanan mengenai krusialnya sikap waspada dari masyarakat terhadap bermacam modus penipuan keuangan berbasis digital yang tumbuh masif belakangan ini.

“Kalau ada tawaran investasi, periksa dulu legal atau tidak. Apakah pihak yang menawarkan memiliki izin? Apakah produknya terdaftar di OJK atau otoritas terkait? Kemudian yang kedua, logis atau tidak. Kalau imbal hasil yang ditawarkan terlalu tinggi, terlalu muluk, dan tidak masuk akal, maka kami harus waspada,” ujar Hasan sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Sementara itu, utusan dari Gubernur Provinsi Lampung, yang menjabat sebagai Asisten Bidang Administrasi Umum Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, Sulpakar, menyampaikan rasa apresiasi bagi OJK serta Universitas Malahayati atas terselenggaranya agenda edukasi pasar modal bagi kalangan generasi muda.

“Di tengah perkembangan ekonomi global dan transformasi digital yang berlangsung sangat cepat, generasi muda dituntut memiliki kemampuan adaptif, inovatif, dan literasi yang kuat, termasuk literasi keuangan,” kata Sulpakar saat membacakan sambutan Gubernur Lampung sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Menurut penilaiannya, wawasan seputar tata kelola keuangan, aktivitas investasi, serta pasar modal bakal menjadi kian krusial supaya generasi penerus sanggup menentukan keputusan ekonomi secara cerdas, bijak, dan penuh tanggung jawab.

Sulpakar pun kembali mengingatkan seputar pentingnya memelihara kewaspadaan terhadap ancaman investasi ilegal serta pola keuangan yang dapat merugikan publik.

“Kemudahan akses investasi saat ini harus diimbangi dengan pemahaman yang benar agar masyarakat, khususnya anak-anak muda, tidak mudah terjebak pada investasi ilegal. Sekali lagi saya ulang, mahasiswa tidak mudah terjebak pada investasi ilegal ataupun pinjaman online ilegal maupun praktik keuangan yang merugikan,” kata Sulpakar sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Di sisi lain, Rektor Universitas Malahayati, Muhammad Kadafi, mengemukakan bahwa pasar modal saat ini memegang andil strategis dalam memicu pemerataan ekonomi serta memperkokoh pembangunan di daerah.

“Pasar modal hari ini bukan lagi hanya milik pemain besar. Pasar modal sekarang menjadi instrumen pemerataan ekonomi dan juga kemandirian daerah,” ujar Kadafi sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Kadafi pun berpendapat bahwa edukasi keuangan serta pemahaman mengenai seluk-beluk investasi telah menjelma menjadi kebutuhan primer bagi generasi muda di tengah arus perkembangan ekonomi masa kini.

“Ini menjadi motivasi besar bagi generasi muda untuk terus belajar, berkembang, dan memahami dunia investasi serta sektor keuangan Indonesia,” kata Kadafi sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Terkini