IHSG Diproyeksi Uji Level Terendah, Phintraco Sebut Lima Saham Cuan

Rabu, 20 Mei 2026 | 09:38:04 WIB
Ilustrasi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berisiko menguji titik terendahnya (Gambar: NET)

JAKARTA – Phintraco Sekuritas memproyeksikan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berisiko menguji titik terendahnya di posisi 6.250 pada sesi perdagangan Rabu (20/5/2026).

Pergerakan IHSG hari ini diperkirakan berada dalam kisaran resistance 6.500, pivot 6.400, serta support 6.250.

Kendati demikian, Phintraco Sekuritas memberikan rekomendasi untuk lima saham yang memiliki potensi keuntungan, salah satunya adalah ASII.

Phintraco Sekuritas menjabarkan bahwa IHSG pada hari kemarin ditutup merosot ke level 6.370,68 (3,46%). Penurunan IHSG kemarin dipicu oleh aksi jual menyusul beredarnya kabar burung terkait rencana pemerintah yang hendak mengendalikan tata niaga ekspor komoditas lewat sebuah lembaga khusus bentukan negara.

Phintraco Sekuritas menambahkan bahwa beberapa komoditas yang diisukan bakal diatur tersebut meliputi batu bara, CPO, hingga mineral logam.

“Hal tersebut menimbulkan kekhawatiran investor bahwa akan ada potensi pengendalian harga jual yang dapat berdampak pada penurunan marjin laba perusahaan,” tulis Phintraco Sekuritas dalam risetnya, Rabu (20/5/2026), sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Menilik sisi teknikal, Phintraco Sekuritas memaparkan bahwa IHSG mendarat di bawah level 6400 disertai peningkatan volume penjualan. “Dengan demikian, IHSG hari ini diprediksi menguji uji level support di 6.250-6.300,” tambah Phintraco Sekuritas, sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Presiden Prabowo dijadwalkan bakal menghadiri Rapat Paripurna DPR guna memberikan pidato mengenai Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) RAPBN Tahun Anggaran 2027 pada hari Rabu (20/5).

“Ini merupakan pertama kalinya Kepala Negara langsung menyampaikan dokumen KEM-PPKF di hadapan DPR, yang biasanya disampaikan oleh Menteri Keuangan,” papar Phintraco Sekuritas, sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Di samping itu, Phintraco Sekuritas menyebutkan bahwa pelaku pasar tengah menantikan hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (RDG BI) yang akan diumumkan hari ini. Berdasarkan konsensus, Bank Indonesia diproyeksikan bakal menaikkan BI Rate sebesar 25 bps menjadi 5%, sebagai langkah meredam depresiasi nilai tukar Rupiah.

“Sedangkan pertumbuhan kredit bulan April diperkirakan tumbuh 9.7% YoY dari 9.49% YoY di Maret 2026 yang akan dirilis pada hari ini,” tambah Phintraco Sekuritas, sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Phintraco Sekuritas mengemukakan bahwa defisit APBN tercatat menyentuh Rp 164,4 triliun atau setara dengan 0,64% PDB per 30 April 2026, angka ini menunjukkan penurunan jika dibandingkan dengan posisi defisit pada Maret 2026 yang menembus Rp 240,1 triliun atau 0,93% PDB.

“Hal ini diantaranya ditopang oleh keseimbangan primer yang kembali mencatat surplus sebesar Rp 28 triliun pada akhir April 2026 dari defisit Rp 95,8 triliun di Maret 2026,” jelas Phintraco Sekuritas, sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Phintraco Sekuritas melengkapi bahwa pendapatan negara merangkak naik menjadi Rp 918.4 triliun dari Rp 574.9 triliun, meski pos belanja negara juga ikut membengkak menjadi Rp 1.082.8 triliun dari nilai sebelumnya sebesar Rp 815 triliun.

Phintraco Sekuritas memberikan rekomendasi lima saham yang berpeluang mendatangkan keuntungan, yakni ASII, JPFA, AMRT, ULTJ, dan BRIS.

Terkini