SMKM Masuk Bisnis Akuakultur Usai Akuisisi Perusahaan Singapura

Selasa, 19 Mei 2026 | 14:10:40 WIB
Ilustrasi Akuakultur (Foto: NET)

JAKARTA – PT Sumber Mas Konstruksi Tbk (SMKM) bersiap melakukan peralihan dari bisnis konstruksi konvensional menjadi grup infrastruktur akuakultur serta ekosistem terintegrasi di level regional. Langkah transformasi ini ditempuh melalui serangkaian aksi akuisisi terhadap sejumlah perusahaan asal Singapura, yakni PanAsia dan LSO.

Sebagai bagian dari langkah integrasi strategis tersebut, SMKM resmi menandatangani Conditional Sale and Purchase Agreement (CSPA) untuk mengambil alih PanAsia Aquaculture Pte. Ltd. Group of Companies (PanAsia Group) dari Lim Shrimp Org Pte. Ltd. (LSO). Nilai transaksi ini diperkirakan menyentuh angka US$ 100 juta dan diproyeksikan selesai pada kuartal ketiga tahun 2026.

Tidak berhenti di situ, SMKM juga memperkokoh rantai nilai ekosistem bisnisnya dengan berencana mencaplok LSO Organization Holdings Pte. Ltd. (LSO Holdings) senilai 13 juta Singapura Dolar. Rencana ini ditargetkan rampung pada Juni 2027.

Direktur PanAsia Group, Chong Chee Hoong, menegaskan bahwa transformasi ini merupakan bentuk sinergi strategis. Karakteristik utama bidang konstruksi yang dipunyai SMKM bakal dijadikan fondasi utama dalam mendirikan infrastruktur akuakultur dalam skala besar.

Saat ini, perusahaan melangkah lebih jauh dari sekadar sektor akuakultur murni untuk berfokus pada pembentukan ekosistem hilir yang menyeluruh, mencakup fasilitas pengolahan hingga manajemen rantai pasok global.

Chong menjelaskan, "Evolusi ini memposisikan SMKM sebagai platform multi-layer yang menghubungkan kapabilitas pengembangan infrastruktur dengan kebutuhan ekosistem akuakultur regional. Kami tidak hanya mengelola aset produktif, kami secara progresif membangun sistem operasional terintegrasi yang didukung oleh transfer teknologi, kapabilitas hilirisasi, dan integrasi ekosistem dari hulu ke hilir,” sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Secara strategis, Chong mengarahkan fokus pada peningkatan margin melalui sektor perdagangan serta pengolahan, yang disokong oleh kemampuan pengembangan infrastruktur dan integrasi operasional dari PanAsia Group.

Dalam rentang waktu lima tahun ke depan, setelah penyelesaian RTO, perusahaan menetapkan target untuk mendirikan infrastruktur akuakultur regional terintegrasi yang signifikan. Hal ini ditandai dengan operasional regional yang terus berkembang, partisipasi dalam ekosistem hilirisasi, serta kapabilitas operasional yang berbasis teknologi.

Chong menambahkan, "Langkah ini merupakan bagian dari komitmen kami untuk memberikan nilai yang berkelanjutan dan terukur bagi seluruh pemegang saham," sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Di bawah kepemimpinan Chong Chee Hoong beserta tim, PanAsia Group telah mengoperasikan sekaligus mengimplementasikan teknologi smart akuakultur pada fasilitas budidaya yang bertempat di Sumbawa. Fasilitas dengan luas 37 hektar dan mempunyai 40 kolam operasional tersebut terbukti memperlihatkan kinerja yang berkelanjutan sejak tahun 2018.

Kegiatan operasional akuakultur ini secara konsisten membukukan tingkat kelangsungan hidup udang yang melampaui 80%, berkat sokongan sistem operasional yang disiplin serta penerapan akuakultur cerdas.

Keberhasilan tersebut diperkuat oleh performa luar biasa dari operasional akuakulturnya di Malaysia Timur, sehingga diharapkan mampu menyokong strategi skalabilitas regional PanAsia Group sekaligus memperkuat kehadiran operasional jangka panjang SMKM di kawasan ASEAN.

Guna memperkokoh posisinya sebagai pemain ekosistem di tingkat ASEAN melalui PanAsia Group, SMKM saat ini mengelola aset strategis di Sabah, Malaysia Timur, yang mencakup area seluas kurang lebih 49 hektare. Aset tersebut tercatat telah beroperasi sejak tahun 1998.

Terkini