SMKM Targetkan Akuisisi PanAsia Group Rampung Kuartal III 2026

Selasa, 19 Mei 2026 | 14:10:40 WIB
Ilustrasi PT Sumber Mas Konstruksi Tbk (SMKM) (Foto: NET)

JAKARTA – Emiten di sektor konstruksi, PT Sumber Mas Konstruksi Tbk. (SMKM), sedang bersiap mengalihkan fokus usahanya ke industri akuakultur. Langkah strategis ini diawali melalui rencana pembelian perusahaan budidaya udang terintegrasi dengan nilai transaksi mencapai US$100 juta.

Perusahaan tersebut akan mengubah haluan dari yang sebelumnya bergerak di sektor konstruksi konvensional menjadi sebuah grup infrastruktur akuakultur serta ekosistem terpadu, baik di tingkat nasional maupun regional.

Upaya ini diwujudkan melalui serangkaian aksi korporasi terhadap PanAsia Aquaculture Pte. Ltd. Group of Companies (PanAsia Group) dan LSO Organization Holdings Pte. Ltd. (LSO Holdings).

Sebagai langkah awal, SMKM telah menandatangani kesepakatan jual beli bersyarat atau conditional sale and purchase agreement (CSPA) untuk mencaplok PanAsia Group dari Lim Shrimp Org Pte. Ltd. (LSO).

Nilai investasi tersebut diperkirakan mencapai US$100 juta, dengan target penyelesaian transaksi pada kuartal III/2026.

Tidak sampai di situ saja, SMKM juga memiliki rencana lanjutan untuk mengambil alih LSO Holdings senilai SGD13 juta yang ditargetkan selesai pada Juni 2027.

Untuk diketahui, Limp Shrimp Pte. Ltd. bertindak sebagai pemilik 25% saham SMKM. Sebelumnya, Limp Shrimp membidik pengambilalihan 450 juta saham SMKM, atau setara dengan 35,91% dari total modal yang ditempatkan dan disetor penuh oleh perseroan.

Direktur PanAsia Group, Chong Chee Hoong, memaparkan bahwa proses transformasi ini merupakan bagian dari rencana strategis untuk membangun ekosistem akuakultur berbasis teknologi yang terintegrasi di kawasan ASEAN.

Menurutnya, kompetensi dasar di bidang konstruksi yang dimiliki SMKM akan dioptimalkan untuk mendukung pembangunan infrastruktur akuakultur dalam skala besar, mulai dari fasilitas pemrosesan hingga integrasi rantai pasok global.

“Kami tidak hanya mengelola aset produktif, tetapi juga membangun sistem operasional terintegrasi yang didukung transfer teknologi, kapabilitas hilirisasi, dan integrasi ekosistem dari hulu hingga hilir,” ujar Chong dalam keterangannya, Minggu (18/5/2026) sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Saat ini, PanAsia Group sedang mengoperasikan fasilitas tambak udang berbasis smart aquaculture di daerah Sumbawa di atas lahan seluas 37 hektar dengan total 40 kolam yang aktif berproduksi sejak 2018. Aktivitas operasional tersebut diklaim mampu mencatatkan tingkat kelangsungan hidup udang di atas 80%.

Selain di Indonesia, PanAsia Group juga memiliki lini bisnis akuakultur di daerah Sabah, Malaysia Timur. Di wilayah tersebut, mereka mengelola aset dengan luas sekitar 49 hektar yang telah beroperasi sejak tahun 1998.

Chong menambahkan, setelah selesainya proses reverse takeover (RTO), perusahaan menetapkan target untuk mendirikan infrastruktur akuakultur regional yang terintegrasi dalam kurun waktu lima tahun ke depan. Langkah ini dijalankan melalui ekspansi operasional di tingkat regional, memperkuat sektor hilirisasi, serta mengembangkan teknologi operasional.

Ia juga mengutarakan bahwa jajaran manajemen SMKM di bawah arahan Budi Aris dan Ruben Partogi saat ini sedang menyelaraskan visi jangka panjang mengenai transformasi ini demi memperkuat sinergi operasional internal perseroan.

Langkah transformasi ini sekaligus menjadi momen diversifikasi bisnis SMKM yang awalnya berada di sektor konstruksi beralih ke industri akuakultur serta perdagangan hasil laut, yang dinilai memiliki prospek pertumbuhan jauh lebih cerah di kawasan ASEAN.

Terkini