JAKARTA – Indeks harga saham gabungan (IHSG) diprediksi akan melanjutkan pelemahan pada perdagangan, Senin (18/5/2026).
Terkoreksinya indeks di bursa Wall Street, berlanjutnya aksi jual investor asing dan berlanjutnya pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika diprediksi akan menjadi sentimen negatif untuk indeks harga saham gabungan (IHSG).
“IHSG diprediksi akan melanjutkan pelemahannya dengan kisaran support 6.630-6.535 dan resist 6.815-6.910,” tulis CGS International Sekuritas Indonesia dalam ulasan, Senin (18/5/2026), sebagaimana dilansir dari berita sumber.
Mengakhiri perdagangan pekan lalu, indeks di bursa Wall Street ditutup melemah cukup signifikan, didorong oleh tertekannya saham sektor teknologi seiring melonjaknya imbal hasil obligasi di semua tenor. Sementara itu, berakhirnya pertemuan bilateral antara Donald Trump dan Xi Jinping juga menimbulkan kekhawatiran di kalangan investor karena tidak adanya terobosan kebijakan yang signifikan.
Beberapa saham teknologi yang mengalami pelemahan cukup dalam antara lain Intel 6,18%, Nvidia 4,42% , Advanced Micro Devices 5,69%, dan Cerebras Systems Inc 10,08%.
Imbal hasil obligasi pemerintah di semua tenor tercatat mengalami kenaikan masing-masing 11 bps untuk tenor 30 tahun menjadi 5,12%, 14 bps menjadi 4,08% untuk tenor 10 tahun dan 9 bps untuk tenor 2 tahun menjadi 4,08%. Kenaikan imbal hasil obligasi tersebut tidak terlepas dari tingginya angka inflasi April (3,8% YoY) dan berlanjutnya lonjakan harga minyak mentah (WTI 4,2%, Brent 3,35%).
Berikut rekomendasi saham dari CGS International Sekuritas Indonesia untuk trading, Senin (18/5/2026):
- JPFA
- CPIN
- TAPG
- TLKM
- TINS
- GGRM