BREN DSSA hingga ANTM Keluar dari Indeks MSCI Bobot Indonesia Terkikis

Jumat, 15 Mei 2026 | 10:11:01 WIB
Ilustrasi MSCI Mengeluarkan Beberapa Saham BEI dari kategori MSCI Global Standard Indexes (Foto: voi.id)

JAKARTA – Morgan Stanley Capital International (MSCI) telah secara resmi memublikasikan hasil peninjauan rutin untuk periode Mei 2026. Sejumlah saham asal Indonesia pun dinyatakan keluar dari indeks global tersebut.

Pada kategori MSCI Global Standard Indexes, terdapat enam saham Indonesia yang didepak, yaitu AMMN, BREN, TPIA, DSSA, CUAN, dan AMRT. Hal yang menarik adalah AMRT tetap dimasukkan ke dalam daftar MSCI Small Cap Indexes.

Selain itu, tercatat ada 13 saham yang tersisih dari MSCI Small Cap Indexes. Beberapa di antaranya meliputi ANTM, AALI, BANK, BSDE, DSNG, SIDO, MIDI, MIKA, MSIN, TKIM, APIC, SSMS, dan TAPG.

Proses rebalancing ini berlangsung di tengah kondisi pembekuan status pasar saham Indonesia oleh MSCI yang masih berlanjut, sehingga tidak terdapat saham baru yang dimasukkan atau mengalami kenaikan kelas pada indeks global tersebut.

Verdhana Sekuritas dalam penjelasannya menyampaikan bahwa penghapusan sejumlah saham Indonesia oleh MSCI sudah sesuai dengan prediksi, meskipun terdapat kejutan dengan keluarnya saham ANTM, DSNG, dan SIDO dari kelompok MSCI Small Cap Indexes sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Melalui adanya perubahan ini, diperkirakan akan terjadi aliran modal asing keluar (outflow) sekitar US$ 3,4 miliar, di mana US$ 3,1 miliar di antaranya bersumber dari kategori Global Standard Cap dan US$ 353 juta berasal dari kategori Small Cap.

"Estimasi bobot Indonesia dalam MSCI Emerging Market Investable Market Index berkurang dari 0,86% menjadi 0,63%," tulis Verdhana Sekuritas dalam keterangannya, Rabu (13/5/2026) sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Sebagai informasi, hasil dari perubahan ini akan mulai diterapkan setelah penutupan jam perdagangan pada 29 Mei 2026 dan berlaku secara efektif mulai 1 Juni 2026.

Terkini