Cek Jadwal Bursa Saham BEI Hari Ini 15 Mei 2026 Libur atau Buka

Jumat, 15 Mei 2026 | 09:40:57 WIB
Ilustrasi BEI (Foto: balinesia.id)

JAKARTA – Pemerintah telah menetapkan bahwa hari Jumat, 15 Mei 2026, merupakan hari cuti bersama. Hal ini menimbulkan pertanyaan di kalangan pelaku pasar mengenai apakah aktivitas perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada hari ini akan tetap beroperasi atau libur.

Berdasarkan Surat Keputusan Bersama (SKB) Tiga Menteri, hari Jumat, 15 Mei 2026, ditetapkan sebagai cuti bersama dalam rangka Hari Kenaikan Yesus Kristus. Aturan cuti bersama tersebut berlaku bagi instansi pemerintah, lembaga pendidikan, hingga industri finansial.

Pihak BEI sendiri telah mengumumkan peniadaan aktivitas perdagangan bursa untuk memperingati Hari Raya Kenaikan Yesus Kristus. Libur bursa ini dimulai pada Kamis, 14 Mei 2026. Selain itu, sehubungan dengan ditetapkannya Jumat, 15 Mei 2026 sebagai cuti bersama, maka kegiatan perdagangan di pasar modal akan berhenti selama dua hari secara berurutan.

Operasional perdagangan bursa dijadwalkan akan kembali dibuka pada Senin, 18 Mei 2026. Adapun jadwal perdagangan pada hari tersebut akan dimulai dengan sesi I pada pukul 09.00–12.00 WIB dan dilanjutkan dengan sesi II pada pukul 13.30–15.49 WIB.

Tepat sebelum memasuki periode libur panjang, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpantau mengalami pelemahan yang cukup tajam pada penutupan perdagangan Rabu (13/5/2026).

IHSG tercatat anjlok sebesar 135 poin atau mengalami penurunan 1,98% ke posisi 6.723. Angka ini merupakan level terendah baru yang dicapai IHSG dalam kurun waktu lebih dari satu tahun terakhir.

Tekanan dominan dipicu oleh merosotnya harga saham-saham dengan kapitalisasi pasar besar (big cap) usai dihapus dari daftar MSCI Global Standard Indexes.

Beberapa saham yang menjadi penekan utama pergerakan IHSG di antaranya adalah TPIA, DSSA, AMMN, BREN, CUAN, serta AMRT. Selain nama-nama tersebut, koreksi juga terlihat pada saham big cap lainnya seperti MORA, MLPT, dan AALI.

Apabila ditinjau secara sektoral, beban terberat dialami oleh sektor material dasar yang merosot lebih dari 4,43%. Di sisi lain, sektor infrastruktur juga mengalami penurunan sebesar 2,72%.

Berbagai sektor lainnya, mulai dari energi, konsumen primer, teknologi, konsumen nonprimer, hingga sektor keuangan, turut terpantau berada di zona merah.

Meskipun IHSG tengah berada di bawah tekanan, sektor transportasi justru berhasil mencatatkan penguatan yang signifikan mencapai 4,89%, disusul oleh sektor industri yang juga naik sebesar 1,26%.

Penurunan IHSG kali ini memperlihatkan betapa besarnya dampak perubahan indeks MSCI terhadap dinamika pasar saham di dalam negeri.

Keputusan untuk mengeluarkan beberapa saham dari indeks MSCI tersebut memicu terjadinya aksi jual oleh investor sehingga meningkatkan beban pada saham-saham berkapitalisasi besar di Bursa Efek Indonesia.

Tercatat bahwa investor asing melakukan jual bersih (net sell) yang cukup besar di seluruh pasar Indonesia dengan total nilai mencapai Rp 1,53 triliun pada Rabu (13/5). Adapun deretan saham yang paling banyak dijual (top sell) meliputi:

  1. PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI): Rp 273,55 miliar.
  2. PT Bank Mandiri Tbk (BMRI): Rp 139,76 miliar.
  3. PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN): Rp 134,73 miliar.
  4. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA): Rp 91,76 miliar.
  5. PT Bumi Resources Tbk (BUMI): Rp 85,88 miliar.

Terkini