Prediksi IHSG 13 Mei 2026 dan Rekomendasi Saham BBCA hingga ISAT

Rabu, 13 Mei 2026 | 13:29:45 WIB
Ilustrasi Investor Melihat Harga Saham (Gambar: mandirisekuritas.co.id)

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibayangi risiko untuk kembali melemah menuju kisaran 6.644-6.727 pada sesi perdagangan hari ini, Rabu (13/5/2026). Kendati demikian, sejumlah saham seperti BBCA, BIRD, hingga ISAT tetap menjadi perhatian para analis.

Merujuk pada laporan tim analis MNC Sekuritas, IHSG tercatat terkoreksi 0,68 persen menuju level 6.858 pada penutupan perdagangan Selasa (12/5/2026). Pergerakan indeks dinilai masih terbebani oleh tekanan jual yang signifikan dan membentuk pola lower low.

MNC Sekuritas memberikan analisis bahwa posisi IHSG saat ini merupakan bagian dari wave [v] dari wave A dari wave (2), dengan target koreksi sebelumnya pada angka 6.838 yang telah terlampaui.

“Worst case, IHSG akan rawan terkoreksi ke rentang 6.644-6.727, waspadai area gap yang berada di 6.538-6.585. Adapun area penguatan terdekat IHSG berada di 6.870-6.895,” sebagaimana dilansir dari berita sumber pada Rabu (13/5/2026).

Untuk aktivitas transaksi hari ini, level support IHSG diperkirakan ada di 6.745 dan 6.682, sementara level resistance diproyeksikan pada rentang 6.917 sampai 7.069. Beberapa saham yang direkomendasikan oleh MNC Sekuritas mencakup PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA), PT Blue Bird Tbk. (BIRD), PT Indosat Tbk. (ISAT), dan PT Sanurhasta Mitra Tbk. (MINA).

Pada hari perdagangan sebelumnya, Selasa (12/5/2026), IHSG ditutup pada zona negatif di level 6.858,89. Merosotnya indeks komposit ini dipicu oleh pelemahan beberapa saham dengan kapitalisasi pasar besar seperti BREN dan ASII.

Data dari Bursa Efek Indonesia (BEI) memperlihatkan IHSG merosot 0,87 persen atau berkurang 46,70 poin. Dalam durasi satu hari perdagangan, indeks sempat dibuka pada level 6.949,84 dan menyentuh angka tertinggi di 6.977,28.

Tercatat sebanyak 207 saham menguat, 463 saham mengalami koreksi, serta 151 saham tidak bergerak, dengan total nilai kapitalisasi pasar mencapai Rp12.171 triliun.

Mirae Asset Sekuritas Indonesia dalam laporannya menyebutkan bahwa jajaran saham big caps menjadi penekan utama pergerakan IHSG.

Di deretan saham berbobot besar, tercatat hanya PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA) yang meningkat 2,64 persen ke posisi Rp1.165 dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) yang naik 2,36 persen ke level Rp3.910.

Di lain pihak, PT Barito Renewables Energy Tbk. (BREN) menjadi pemimpin pelemahan di kelompok big caps dengan penurunan 4,75 persen ke level Rp3.610.

PT Bayan Resources Tbk. (BYAN) juga turun 3,80 persen ke Rp11.400, disusul oleh PT Astra International Tbk. (ASII) yang merosot 3,31 persen menuju Rp5.850.

“Hanya ada indeks saham transportasi yang positif, sementara indeks industrial dan infrastruktur menjadi dua indeks sektoral yang memimpin pelemahan,” sebagaimana dilansir dari berita sumber pada Selasa (12/5/2026).

Terkini