JAKARTA – PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU) membukukan adanya perpindahan kepemilikan saham dari pemodal luar negeri ke investor dalam negeri sebanyak 7,58 juta lembar sepanjang periode April 2026.
Perubahan pada komposisi pemegang saham ini berlangsung di tengah dinamika yang terjadi pada pasar modal nasional.
Data keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Sabtu (9/5/2026) memaparkan bahwa porsi asing pada emiten ini berkurang menjadi 161.178.163 saham.
Jumlah tersebut setara dengan 5,936 persen dari total seluruh modal disetor perusahaan sebagaimana dilansir dari berita sumber.
Penyusutan ini tampak cukup signifikan bila dibandingkan dengan posisi pada Maret 2026 yang masih berada di angka 168.759.663 saham atau 6,216 persen.
Di sisi lain, investor domestik justru semakin memperkokoh dominasi mereka dengan total penguasaan mencapai 2.553.875.637 saham atau setara 94,064 persen sebagaimana dilansir dari berita sumber.
Struktur kepemilikan dalam negeri saat ini didominasi oleh entitas perseroan terbatas yang mencakup 166 investor dengan total 2.204.896.637 saham.
Sementara itu, kelompok investor perorangan lokal terdata sebanyak 42.201 orang yang memiliki 343.092.600 lembar saham sebagaimana dilansir dari berita sumber.
Manajemen mencatat bahwa dana pensiun menguasai 0,190 persen saham dan yayasan mempunyai porsi sebesar 0,027 persen.
Di bagian lain, 129 investor asing yang masih tersisa terdiri atas 72 pemodal perorangan dan 57 entitas perseroan terbatas internasional sebagaimana dilansir dari berita sumber.
PT Rukun Raharja Tbk. tetap menjalankan peran sebagai pemegang saham pengendali dengan kepemilikan sebanyak 1,86 miliar saham atau 68,677 persen.
Posisi strategis lainnya ditempati oleh PT Chandra Daya Investasi sebesar 4,99 persen dan PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk sebanyak 1,76 persen sebagaimana dilansir dari berita sumber.
Lembaga keuangan global Morgan Stanley and Co International Plc juga terpantau masih bertahan dalam jajaran pemegang saham utama dengan porsi 1,02 persen.
Dari sisi internal perusahaan, Direktur Alexandra Sinta Wahjudewanti dan Adrian Hartadi terdata memiliki kepemilikan minoritas dengan angka di bawah 0,0001 persen sebagaimana dilansir dari berita sumber.