Askrindo Raih Premi Rp1,16 Triliun Tumbuh 10 Persen di Triwulan I

Jumat, 08 Mei 2026 | 14:31:26 WIB
Kantor PT Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo)(FOTO: bisnis.com)

SEMARANG – PT Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo) berhasil membukukan perolehan premi senilai Rp1,16 triliun atau mengalami kenaikan sekitar 10 persen (year-on-year/yoy) hingga posisi 31 Maret 2026.

“Kami memastikan bahwa pertumbuhan yang dicapai bukan hanya cepat, tetapi juga berkualitas,” kata Direktur Kepatuhan, SDM dan Manajemen Risiko Askrindo R. Mahelan Prabantarikso dalam taklimat media di Semarang, Jawa Tengah, Kamis malam sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Kenaikan premi tersebut terutama dipicu oleh lonjakan yang cukup berarti pada sektor asuransi umum. Bidang ini mencatatkan ekspansi hingga 44 persen.

Beriringan dengan hal itu, pihak Askrindo mengungkapkan bahwa laba perusahaan melonjak sebesar 77 persen (yoy), walaupun belum memberikan rincian angka pasti terhadap laba yang berhasil diraih tersebut.

Capaian positif pada triwulan I 2026 ini merupakan kesinambungan dari tren kinerja perusahaan selama tahun 2025.

Merujuk pada laporan keuangan yang belum diaudit (unaudited), Askrindo mengumpulkan premi bruto sejumlah Rp4,44 triliun dan memperoleh hasil underwriting netto senilai Rp1,28 triliun.

Secara menyeluruh, nilai ekuitas Askrindo naik menjadi kisaran Rp9,4 triliun, dengan total aset yang mencapai sekitar Rp32,9 triliun.

“Kami melihat bahwa kinerja 2025 bukan sekadar pertumbuhan angka, tetapi hasil dari fondasi yang kami bangun secara konsisten, khususnya dalam penguatan tata kelola, manajemen risiko, dan kualitas underwriting. Ini yang menjadi kunci keberlanjutan bisnis kami ke depan,” ujar Mahelan sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Dalam upaya mempertahankan pertumbuhan yang berkelanjutan, Askrindo mengimplementasikan taktik diversifikasi portofolio lewat tiga pilar inti.

Tahap pertama yaitu penguatan pada bisnis penugasan pemerintah yang menjadi landasan utama perusahaan.

Tahap kedua adalah peningkatan segmen BUMN dan korporasi melalui penyediaan layanan yang lebih spesifik.

Tahap ketiga yaitu melakukan perluasan bisnis ritel, yang mencakup produk asuransi mikro, parametrik, asuransi perjalanan (travel insurance), hingga kendaraan bermotor.

Kebijakan tersebut merupakan bagian dari rencana strategis perusahaan guna memperlebar jangkauan pelayanan sekaligus memperkuat penetrasi pasar di bermacam-macam segmen.

“Fokus kami adalah menjaga keseimbangan antara ekspansi bisnis dan disiplin risiko,” tuturnya sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Terkini