Rupiah Hari Ini Berpotensi Menguat ke Rp17.300 Hingga Rp17.340

Jumat, 08 Mei 2026 | 14:01:23 WIB
Ilustrasi Rupiah (FOTO: pegadaian.co.id)

JAKARTA – Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS diperkirakan akan menunjukkan penguatan pada sesi transaksi hari ini, Jumat (8/5/2026).

Pada penutupan transaksi hari Kamis (7/5), mata uang Indonesia ini terpantau meningkat 0,30% menuju level Rp17.320 per dolar AS, dengan pergerakan harian di antara Rp17.372 sampai Rp17.292.

Kecenderungan positif ini turut dialami oleh mayoritas mata uang di Asia. Yuan China mengalami kenaikan 0,17%, dolar Hong Kong menguat 0,05%, yen Jepang naik 0,10%, dolar Singapura tumbuh 0,17%, baht Thailand meningkat 0,28%, serta dolar Taiwan naik 0,19%. Di sisi lain, won Korea justru mengalami penurunan 0,21%.

Direktur Traze Andalan Futures, Ibrahim Assuaibi, memaparkan bahwa penurunan indeks dolar saat ini didorong oleh rasa optimis pelaku pasar terkait kemungkinan selesainya konflik antara Iran dan AS.

Ibrahim memperhatikan pernyataan dari pihak Iran yang sedang mempelajari proposal perdamaian dari AS untuk menyudahi ketegangan secara formal.

Berdasarkan analisis Ibrahim, perhatian para pelaku pasar saat ini sedang mengarah pada publikasi data Klaim Pengangguran Awal serta komentar dari para petinggi The Fed.

Bukan hanya itu, pasar juga menunggu laporan sektor tenaga kerja AS bulan April yang keluar pada Jumat (8/5) sebagai acuan kebijakan suku bunga bank sentral ke depan.

Dilihat dari faktor internal, peluang adanya penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) dianggap kian terbuka karena beban fiskal yang diakibatkan oleh tingginya harga energi global.

Kondisi geopolitik yang tidak menentu menjadi faktor harga energi tetap berada di posisi tinggi dalam waktu yang lama.

Sebagaimana dilansir dari berita sumber, ”Dengan crack yang masih tinggi, biaya subsidi bisa jadi lebih besar dari perhitungan pemerintah di APBN. Ini membuat kapasitas fiskal menjadi terbatas,” katanya dalam keterangan resmi, Kamis (7/5/2026).

Meski begitu, pemerintah dianggap masih memiliki ruang untuk melakukan penyesuaian harga BBM bersubsidi, walaupun kebijakan tersebut adalah pilihan terakhir mengingat adanya risiko terhadap daya beli masyarakat.

Dalam perdagangan hari ini, Ibrahim memproyeksikan rupiah akan bergerak fluktuatif namun tetap memiliki peluang untuk berakhir menguat pada rentang Rp17.300 sampai Rp17.340 per dolar AS.

Terkini