OJK: Penerbitan Obligasi Multifinance Capai Rp 11,90 Triliun di Q1-2026

Kamis, 07 Mei 2026 | 14:55:01 WIB
Ilustrasi Obligasi Multifinance (Sumber Gambar: BBN)

JAKARTA – PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) melaporkan bahwa realisasi penerbitan surat utang atau obligasi sektor multifinance hingga kuartal I-2026 menyentuh angka Rp11,90 triliun.

Jumlah tersebut mengalami kenaikan sebesar 42,7 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2025 senilai Rp8,34 triliun. Kenaikan signifikan pada awal tahun ini turut mendapat perhatian dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya OJK Agusman menilai bahwa tren peningkatan penerbitan obligasi di industri multifinance adalah sebuah kemajuan yang positif.

"Hal itu mencerminkan adanya kepercayaan pasar terhadap fundamental dan prospek industri multifinance," ucapnya dalam konferensi pers RDK OJK, Selasa (5/5/2026).

Agusman menjelaskan, langkah penerbitan obligasi tersebut merupakan bagian dari skema pendanaan yang telah direncanakan. Dalam hal ini, perusahaan multifinance berupaya melakukan diversifikasi sumber pendanaan untuk memperkokoh struktur modal, mendukung fleksibilitas manajemen likuiditas, serta mendorong ekspansi pembiayaan.

Memasuki akhir 2026, Agusman memproyeksikan industri multifinance tetap sanggup mempertahankan performa pendanaan yang sehat dan berkelanjutan dengan konsisten menjalankan tata kelola serta manajemen risiko yang baik.

Berdasarkan data Pefindo, dari keseluruhan penerbitan surat utang korporasi yang mencapai Rp59,35 triliun pada kuartal I-2026, sektor multifinance memberikan kontribusi sebesar 20,1 persen.

Capaian pada kuartal pertama tahun ini bahkan sudah memenuhi 31,2% dari total penerbitan multifinance di sepanjang tahun 2025 yang tercatat sebesar Rp38,18 triliun.

Terkini