TOTL Tebar Dividen Jumbo Rp375,1 Miliar ke Investor

Rabu, 06 Mei 2026 | 14:07:13 WIB
Ilustrasi PT Total Bangun Persada Tbk (TOTL) (https://www.totalbp.com/assets/projects/all/20250821162416_logo_2.jpg)

JAKARTA - Dividen TOTL 2025 sebesar Rp375,1 miliar atau Rp110 per saham dengan rasio 90,49% dari laba bersih perusahaan.

PT Total Bangun Persada Tbk (TOTL) memutuskan membagikan dividen dalam jumlah besar kepada para pemegang sahamnya. Kebijakan ini mencerminkan komitmen perusahaan dalam memberikan imbal hasil optimal dari kinerja keuangan tahun lalu.

Corporate Secretary TOTL, Anggie S. Sidharta mengatakan, jumlah tersebut setara dengan sekitar 90,49% dari laba bersih peseroan tahun lalu yang sebesar Rp 414,51 miliar. Dividen ini setara dengan Rp 110 per saham, yang pembagiannya akan dilakukan sesuai dengan ketentuan pasar modal dan perundang-undangan yang berlaku.

“Sisanya dibukukan sebagai laba ditahan,” ujarnya dalam public expose RUPS TOTL, Rabu (6/5/2026), sebagaimana dilansir dari berita sumber. Pernyataan ini menegaskan sebagian laba tetap disimpan untuk kebutuhan perusahaan ke depan.

Jadwal pembagian dividen tunai TOTL tahun buku 2025 telah ditetapkan secara rinci. Investor perlu mencermati tanggal-tanggal penting agar tidak melewatkan hak atas dividen.

Cum Dividen di Pasar Reguler & Negosiasi pada hari Senin, 18 Mei 2026; Ex Dividen di Pasar Reguler & Negosiasi pada hari Selasa, 19 Mei 2026. Cum Dividen di Pasar Tunai pada hari Rabu, 20 Mei 2026; Ex Dividen di Pasar Tunai pada hari Kamis, 21 Mei 2026.

Recording Date pada hari Rabu, 20 Mei 2026 menjadi acuan bagi daftar pemegang saham yang berhak menerima dividen. Tahapan ini merupakan bagian penting dalam proses distribusi dividen perusahaan.

“Pembayaran dividen tunai kepada para pemegang saham yang berhak akan dilaksanakan selambat-lambatnya pada hari Jumat, 5 Juni 2026,” katanya, sebagaimana dilansir dari berita sumber. Hal ini memastikan kepastian waktu penerimaan dividen bagi investor.

Selain pembagian dividen, RUPS TOTL juga menyetujui sejumlah agenda penting lainnya. Salah satu keputusan utama adalah perubahan susunan Direksi dan Dewan Komisaris perusahaan.

Susunan Dewan Komisaris kini terdiri dari Presiden Komisaris dan Komisaris Independen Drs. Rusdy Daryono, serta komisaris lainnya seperti Pinarto Sutanto, Liliana Komajaya, MBA., Drs. Wibowo, dan Rudi S. Komajaya, MSc., MBA. Komisaris Independen juga diisi oleh Joseph Vittorio Pesik, S.E., C.A., C.P.A.

Sementara itu, jajaran Direksi dipimpin oleh Presiden Direktur Janti Komadjaja, MSc., bersama direktur lainnya seperti Ir. Moeljati Soetrisno, Ir. Saleh, M.M., Ir. Lio Sudarto, M.M., dan Ir. Rasyid Daulay, M.T. Perubahan ini diharapkan dapat memperkuat kepemimpinan perusahaan ke depan.

“Pemegang saham juga menyetujui perubahan Pasal 3 Anggaran Dasar Perseroan untuk disesuaikan dengan Peraturan Badan Pusat Statistik (BPS) Nomor 7 Tahun 2025 tentang Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI),” paparnya, sebagaimana dilansir dari berita sumber. Keputusan ini menunjukkan kepatuhan perusahaan terhadap regulasi terbaru.

Terkini