JAKARTA - Rekomendasi saham BMRI tetap beli dengan target Rp 5.700 usai kinerja kuartal I-2026 yang solid dan prospek dividen tinggi.
Saham PT Bank Mandiri Tbk. (BMRI) bakal terus diserok seiring munculnya pembaruan rekomendasi dari analis. Perhatian pasar tertuju pada prospek saham BMRI setelah rilis kinerja terbaru.
Muncul update rekomendasi dan target harga saham BMRI pasca rilis kinerja kuartal I-2026. Kondisi ini memperkuat sentimen positif terhadap pergerakan saham perbankan tersebut.
Manajemen Bank Mandiri telah merevisi panduan tahun 2026 setelah dekonsolidasi PT Bank Syariah Indonesia Tbk. (BRIS) atau BSI. Margin bunga bersih (net interest margin/NIM) diproyeksikan berkisar 4,5-4,7% dari sebelumnya 4,6-4,8%.
Kemudian, loan to deposit ratio (LDR) diperkirakan sebesar 92-93% dari sebelumnya 95%. Sedangkan pertumbuhan kredit Bank Mandiri tetap di 7-9%.
Adapun cost-to-income ratio (CIR) emiten berkode saham BMRI tersebut diproyeksikan sebesar 40% atau membaik dari 42-43% dan credit cost sebesar 60-80 basis poin alias tidak berubah. Proyeksi ini mencerminkan efisiensi operasional yang semakin baik.
“Ke depan, tantangan ekonomi berpotensi menghilangkan faktor pendukung seperti rendahnya pencadangan (provisioning) dan solidnya pertumbuhan kredit, yang sebelumnya mendorong kinerja laba BMRI kuartal I-2026 melampaui ekspektasi,” tulis analis Samuel Sekuritas Indonesia, Prasetya Gunadi dan Ahnaf Yassar dalam risetnya, yang dikutip pada Selasa (5/5/2026), sebagaimana dilansir dari berita sumber.
Samuel Sekuritas memprediksi laba bersih BMRI pada kuartal II-2026 turun 0,2% qoq, namun meningkat 36,4% yoy. “Kami memperkirakan BMRI membukukan laba bersih Rp 15,3 triliun, seiring sedikit penurunan NIM,” ungkap Prasetya, sebagaimana dilansir dari berita sumber.
Pada kuartal I-2026, BMRI mencetak laba bersih konsolidasian sebesar Rp 15,4 triliun, naik 16,6% yoy atau 17,1% qoq. Perolehan laba tersebut mencapai 26,5% dari estimasi Samuel Sekuritas dan 26,9% dari konsensus analis tahun ini.
Kinerja BMRI terutama didorong oleh penurunan pencadangan sebesar 20% yoy dan pertumbuhan pendapatan bunga bersih (net interest income/NII) yang solid sebesar 11% yoy. Faktor ini menjadi penopang utama pertumbuhan laba perusahaan.
Dengan berbagai pertimbangan, Samuel Sekuritas tetap merekomendasikan beli saham Bank Mandiri (BMRI). Target harga saham BMRI dipatok sebesar Rp 5.700 yang mengindikasikan potensi kenaikan harga saham sebesar 26%.
Target harga tersebut mencerminkan estimasi valuasi PBV 2026 sebesar 1,7 kali, serta didukung oleh imbal hasil (yield) dividen tinggi sebesar 8,5% pada 2026, yang dipengaruhi oleh Danantara. Hal ini menjadikan saham BMRI menarik bagi investor jangka menengah hingga panjang.
RUPST BMRI pada 29 April 2026 telah menyetujui pembagian dividen tunai tahun buku 2025 sebesar Rp 44,47 triliun atau setara Rp 476,95 per saham. Rasio dividen mencapai 79% dari laba bersih 2025.
Dividen BMRI tersebut sudah termasuk dividen interim yang telah dibayarkan pada 14 Januari 2026 senilai Rp 9,32 triliun. Dengan demikian, sisa dividen tunai sebesar Rp 35,15 triliun atau setara Rp 376,95 per saham.
BMRI juga mendapat restu dari pemegang saham untuk melakukan pembelian kembali (buyback) saham dengan nilai maksimal Rp 1,16 triliun. Aksi serok saham ini dijadwalkan maksimal selama 12 bulan ke depan setelah memperoleh persetujuan dalam RUPST.