JAKARTA – Net buy asing di saham BBRI Rp 244,5 miliar saat IHSG naik 1,22% ke 7.057,1.
Pergerakan investor asing menjadi sorotan seiring penguatan indeks harga saham gabungan (IHSG) pada perdagangan Selasa (5/5/2026). Di tengah kenaikan indeks, aksi beli asing terlihat terkonsentrasi pada sejumlah saham unggulan.
IHSG ditutup menguat 85,15 poin atau 1,22% ke level 7.057,1. Kenaikan ini mencerminkan sentimen positif pasar di tengah aktivitas transaksi yang cukup tinggi.
Berdasarkan data Stockbit, saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) menjadi incaran utama investor asing. Nilai beli bersih atau net buy asing pada saham ini mencapai Rp 244,5 miliar.
Selain BBRI, saham PT Barito Pacific Tbk (BRPT) juga mencatatkan net buy asing sebesar Rp 138 miliar. Sementara itu, saham PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA) mencatat net buy Rp 50,7 miliar.
Saham lain yang turut masuk daftar net buy asing adalah PT DMS Propertindo Tbk (KOTA) sebesar Rp 44,7 miliar. Kemudian PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) mencatat net buy Rp 28,8 miliar.
Selanjutnya, PT Darma Henwa Tbk (DEWA) mencatat net buy Rp 28,4 miliar. PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI) juga dibeli asing sebesar Rp 24,5 miliar.
PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) mencatat net buy Rp 22,7 miliar. Disusul PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) sebesar Rp 22,6 miliar dan PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) Rp 18,7 miliar.
Meski terdapat aksi beli pada sejumlah saham, secara keseluruhan investor asing masih mencatatkan net sell. Total jual bersih asing di seluruh pasar mencapai Rp 518,3 miliar.
Net sell di pasar reguler tercatat sebesar Rp 317,9 miliar. Sementara itu, net sell di pasar negosiasi dan tunai mencapai Rp 200,4 miliar.
Di sisi aktivitas perdagangan, total nilai transaksi di bursa mencapai Rp 16,8 triliun. Volume perdagangan tercatat sebanyak 41,3 miliar saham dengan frekuensi transaksi mencapai 2,4 juta kali.
Pergerakan saham menunjukkan mayoritas berada di zona hijau. Sebanyak 360 saham menguat, 328 saham melemah, dan 271 saham stagnan.
Kombinasi antara aksi beli asing pada saham tertentu dan net sell secara keseluruhan mencerminkan strategi selektif investor global. Mereka cenderung fokus pada saham dengan likuiditas tinggi dan fundamental kuat.
Dengan IHSG yang menguat 1,22% ke level 7.057,1, pasar menunjukkan ketahanan di tengah tekanan jual asing. Investor domestik tampaknya turut berperan dalam menjaga momentum penguatan indeks.