JAKARTA - Potensi naik saham BBCA kembali menjadi sorotan di tengah tren pelemahan pasar. Analis menilai ada peluang bagi pemodal untuk memanfaatkan momentum teknikal yang muncul.
PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) disebut memiliki ruang penguatan menuju level resistance. Head of Retail Research Analyst BNI Sekuritas, Fanny Suherman, menegaskan bahwa target terdekat saham BBCA berada di kisaran Rp5.950-Rp6.050.
Secara teknikal, area beli saham BBCA ditetapkan di Rp5.850. “BBCA spec buy dengan area beli di 5.850, cutloss di bawah 5.750. Target dekat di 5.950-6.050,” tulis BNI Sekuritas, Senin (4/5/2026), sebagaimana dilansir dari berita sumber.
Meski demikian, risiko tetap ada jika harga bergerak di bawah Rp5.750. Pemodal disarankan melakukan cutloss untuk menghindari kerugian lebih besar. Strategi ini menjadi penting mengingat volatilitas pasar yang masih tinggi.
Pada perdagangan terakhir di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (30/4/2026), saham BBCA melemah 2,09% ke level Rp5.850. Penurunan ini memperlihatkan adanya tekanan jual yang cukup kuat.
Dalam sepekan terakhir, saham BBCA tercatat turun 8,9%. Sementara itu, dalam periode satu bulan, pelemahan mencapai 12,6%. Angka ini menunjukkan tren koreksi yang konsisten.
Jika dilihat dari kinerja year to date (ytd), saham BBCA melemah hingga 27,5%. Penurunan tajam ini menjadi tantangan bagi investor yang masih menaruh harapan pada rebound.
Data Stockbit mengungkapkan bahwa saham BBCA banyak dijual oleh investor asing. Net sell asing tercatat sebesar Rp690,9 miliar pada perdagangan Kamis (30/4/2026). Kondisi ini menambah tekanan terhadap pergerakan harga saham.
Meskipun demikian, peluang tetap terbuka bagi pemodal yang berani mengambil posisi beli di area Rp5.850. Target harga yang dipatok BNI Sekuritas memberi ruang optimisme di tengah tren pelemahan.
Strategi spec buy dengan cutloss ketat menjadi kunci dalam menghadapi kondisi pasar saat ini. Pemodal diharapkan disiplin mengikuti rekomendasi teknikal agar potensi cuan tetap terjaga.
Dengan volatilitas yang tinggi, saham BBCA menjadi salah satu instrumen yang menarik untuk diperhatikan. Potensi naik ke level resistance bisa menjadi peluang bagi investor jangka pendek.
Namun, kehati-hatian tetap diperlukan karena tren pelemahan belum sepenuhnya berakhir. Investor harus mencermati pergerakan harga harian dan volume transaksi untuk menentukan langkah berikutnya.
Kesimpulannya, saham BBCA memiliki prospek penguatan meski dibayangi tekanan jual asing. Area beli Rp5.850 dan target Rp5.950-Rp6.050 menjadi acuan penting bagi pemodal.