Analisis Saham INET: Target Resistance dan Area Beli

Senin, 04 Mei 2026 | 18:04:49 WIB
Ilustrasi PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) (https://foto.kontan.co.id/oRDqC0zzscXyeU5EPRj7w90OKCQ=/smart/2025/05/23/885020992.jpg)

JAKARTA - Saham PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) tengah menjadi perhatian investor karena potensi penguatan menuju level resistance. Analisis teknikal menunjukkan peluang harga saham ini untuk bergerak ke batas atas dengan target yang jelas.

Head of Retail Research Analyst BNI Sekuritas, Fanny Suherman, dalam catatannya menyebutkan target terdekat saham INET berada di kisaran Rp 308-Rp 314. Area beli yang direkomendasikan berada di Rp 298, sehingga investor dapat memanfaatkan momentum ini.

“INET spec buy dengan area beli di 298, cutloss di bawah 288. Target dekat di 308-314,” tulis BNI Sekuritas, Senin (4/5/2026), sebagaimana dilansir dari berita sumber. Kutipan ini menegaskan strategi yang bisa diterapkan oleh pemodal dalam menghadapi pergerakan saham.

Jika harga saham tiba-tiba bergerak di bawah Rp 288, investor disarankan melakukan cutloss untuk menghindari kerugian lebih besar. Strategi ini menjadi bagian penting dalam menjaga risiko investasi.

Pada perdagangan terakhir di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (30/4/2026), saham INET ditutup melemah 3,87% di level Rp 298. Meski demikian, dalam sebulan terakhir saham ini masih mencatat kenaikan 13,7%.

Dalam sepekan terakhir, saham INET melemah 11,3% sehingga menimbulkan kekhawatiran di kalangan investor. Namun, secara year to date (ytd), saham ini tercatat anjlok 36% yang menunjukkan volatilitas cukup tinggi.

Dari sisi fundamental, kinerja perusahaan menunjukkan lonjakan signifikan. Pendapatan bersih INET mencapai Rp 383,6 miliar, meroket 3.070% dibandingkan periode sama tahun lalu sebesar Rp 12,1 miliar.

Selain itu, laba bersih perusahaan juga meningkat tajam. Pada kuartal I-2026, laba bersih tercatat Rp 13,65 miliar, naik 792% dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 1,53 miliar.

Data ini memperlihatkan bahwa meski harga saham sempat melemah, kinerja keuangan perusahaan mendukung optimisme jangka panjang. Investor melihat peluang bahwa fundamental kuat dapat mendorong harga saham kembali naik.

Pergerakan saham INET juga dipengaruhi oleh sentimen pasar dan strategi investor dalam membaca teknikal. Dengan area beli di Rp 298 dan target resistance Rp 308-Rp 314, peluang cuan tetap terbuka.

Namun, disiplin dalam cutloss di bawah Rp 288 menjadi kunci agar risiko tetap terkendali. Investor yang mengikuti rekomendasi ini dapat menjaga portofolio tetap sehat.

Secara keseluruhan, saham INET menawarkan prospek menarik dengan dukungan fundamental yang kuat. Meski volatilitas masih tinggi, strategi teknikal yang tepat dapat membantu investor memaksimalkan peluang.

Halaman :

Terkini