Laba Bersih Petrosea PTRO Kuartal I 2026 Melesat 50 Persen Lebih Tinggi

Selasa, 28 April 2026 | 20:43:01 WIB
Ilustrasi PT Petrosea Tbk (PTRO) (https://foto.kontan.co.id/Ivi6C9fV5b5LHpvP8zqbgSLi_MI=/smart/filters:format(webp)/2026/02/10/1494179777.jpg)

JAKARTA – Kinerja keuangan Petrosea PTRO kuartal I 2026 catatkan pertumbuhan laba bersih 50,54% yoy menjadi US$ 1,39 juta. Simak rincian pendapatan selengkapnya di sini.

Emiten jasa pertambangan PT Petrosea Tbk menunjukkan performa yang sangat impresif pada pembukaan tiga bulan pertama tahun 2026 ini. Perseroan berhasil mengantongi pendapatan total sebesar US$ 284,13 juta sepanjang periode kuartal I-2026 tersebut.

Pencapaian pendapatan ini mengalami pertumbuhan pesat sebesar 84,24% jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2025 lalu. Sebelumnya, pada kuartal pertama tahun lalu, emiten ini mencatatkan nilai pendapatan sebesar US$ 154,22 juta.

Sektor pertambangan masih menjadi tulang punggung utama dengan kontribusi pemasukan mencapai angka US$ 154,42 juta bagi perusahaan. Selain itu, segmen rekayasa dan konstruksi turut menyumbang nilai yang cukup besar yakni mencapai US$ 106,43 juta.

Lini bisnis EPC-minyak dan gas lepas pantai tercatat memberikan andil sebesar US$ 13,59 juta pada awal tahun ini. Sementara itu, segmen jasa lainnya melengkapi perolehan pendapatan perseroan dengan nilai sebesar US$ 9,19 juta.

Seiring kenaikan pendapatan, beban usaha langsung juga terpantau meningkat 79,15% menjadi US$ 247,44 juta dibandingkan sebelumnya US$ 138,12 juta. Namun, laba kotor perusahaan tetap melonjak tajam hingga 127,89% yoy menjadi US$ 36,69 juta dari posisi US$ 16,10 juta.

Dilihat dari sisi profitabilitas sebelum pajak, angkanya mengalami penyusutan 48,65% menjadi US$ 1,71 juta pada kuartal I-2026 ini. Hal ini terjadi karena laba sebelum pajak pada periode yang sama di tahun sebelumnya berada di level US$ 3,33 juta.

Penyebab penurunan tersebut dipengaruhi oleh pembengkakan beban penjualan dan administrasi yang naik 22,59% menjadi US$ 12,21 juta. Beban bunga dan keuangan juga melesat cukup signifikan hingga 90,01% menjadi US$ 17,31 juta dari semula US$ 9,11 juta.

Meskipun demikian, beban pajak penghasilan bersih perseroan justru turun drastis 72,89% dari US$ 2,31 juta menjadi US$ 626.000 saja. Kondisi ini membantu menjaga stabilitas laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk di akhir periode.

Hasil akhirnya, laba bersih perusahaan tercatat tumbuh sebesar 50,54% menjadi US$ 1,39 juta hingga akhir Maret 2026. Angka ini lebih tinggi dibandingkan perolehan pada kuartal I-2025 yang saat itu menyentuh nilai US$ 920.000.

Mengenai posisi neraca, total aset yang dimiliki oleh emiten berkode PTRO ini mencapai nilai US$ 1,61 miliar. Jumlah tersebut mencakup kewajiban atau liabilitas sebesar US$ 1,30 miliar serta nilai ekuitas yang sebesar US$ 306,56 juta.

Terkini