Asing Net Sell Jumbo Rp 2,04 Triliun, Cek Daftar Saham Tertekan

Selasa, 28 April 2026 | 12:22:12 WIB
Ilustrasi Net Sell (https://s3-ap-southeast-1.amazonaws.com/membership-media/public/uploads/media/1644292543_net_buy_net_sell_asing__2_.jpg)

JAKARTA – Investor global mencatatkan aksi jual masif dengan total asing net sell jumbo Rp 2,04 triliun di seluruh pasar reguler maupun tunai hari ini.

Laju Indeks Harga Saham Gabungan mengalami tekanan cukup berat hingga terlempar dari level psikologisnya pada penutupan perdagangan Senin. Penurunan ini dipicu oleh dominasi aksi jual yang dilakukan oleh pemodal internasional di tengah ketidakpastian pasar global.

Secara kumulatif, nilai pelepasan aset oleh investor luar negeri mencapai angka yang sangat signifikan dalam satu hari perdagangan saja.

"Investor asing mencatat net sell sebesar Rp 2,04 triliun di seluruh pasar," tulis laporan pasar yang dilansir dari kontan.co.id, Senin (27/4/2026).

Beberapa emiten unggulan yang biasanya menjadi penopang indeks justru menjadi sasaran utama distribusi modal oleh para pengelola dana mancanegara. Sektor perbankan menjadi yang paling terdampak dengan nilai pelepasan mencapai ratusan miliar rupiah pada masing-masing emiten besarnya.

Analis mencatat bahwa tekanan jual ini tersebar merata pada saham-saham dengan bobot kapitalisasi pasar paling dominan.

Saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk menjadi yang paling banyak dilepas dengan nilai jual bersih mencapai Rp 650 miliar di pasar reguler.

Selain perbankan, sektor telekomunikasi juga tidak luput dari aksi ambil untung yang dilakukan oleh investor asing sepanjang hari ini. Hal ini mencerminkan sikap hati-hati para pelaku pasar global terhadap aset-aset berisiko di negara berkembang.

"Di pasar reguler, investor asing juga melepas saham PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) sebesar Rp 430 miliar," sebagaimana dikutip dari kontan.co.id, Senin (27/4/2026).

Pelepasan saham secara besar-besaran ini membuat volume perdagangan harian membengkak dengan perputaran nilai yang sangat dinamis. Sebagian besar pelaku pasar domestik cenderung menunggu momentum yang tepat untuk melakukan akumulasi kembali di harga yang lebih rendah.

Indeks menutup sesi perdagangan di level 7.085 setelah terpangkas cukup dalam dibandingkan posisi pembukaan di pagi hari.

Kondisi ini menuntut kecermatan dalam memantau arus modal masuk dan keluar agar strategi investasi tetap relevan dengan dinamika bursa. Penurunan harga saham-saham lapis satu diharapkan segera menemukan titik jenuh jual dalam waktu dekat.

Terkini