JAKARTA - Simak ulasan lengkap Perbedaan Toefl dan IELTS, Mana yang Lebih Mudah untuk Beasiswa agar Anda tidak salah pilih saat mendaftar ke universitas impian.
Perbedaan Toefl dan IELTS, Mana yang Lebih Mudah untuk Beasiswa bagi Mahasiswa
Bagi mahasiswa yang berencana melanjutkan studi ke luar negeri, memilih tes kemahiran bahasa Inggris yang tepat adalah langkah awal yang sangat krusial. Dua jenis tes yang paling populer dan diakui secara global adalah TOEFL (Test of English as a Foreign Language) dan IELTS (International English Language Testing System). Meskipun keduanya mengukur kemampuan yang sama, format dan pendekatan yang digunakan sangat berbeda sehingga memengaruhi kenyamanan peserta saat mengerjakan soal.
Menentukan mana yang lebih mudah sebenarnya sangat bergantung pada latar belakang pendidikan dan gaya belajar masing-masing individu. Beberapa universitas di Amerika Serikat cenderung lebih menyukai TOEFL, sementara institusi di Inggris, Australia, dan Eropa lebih familiar dengan hasil tes IELTS. Memahami karakteristik masing-masing ujian akan membantu Anda menghemat waktu dan biaya persiapan agar skor yang didapat bisa memenuhi ambang batas syarat beasiswa.
Poin-Poin Utama Perbedaan TOEFL dan IELTS yang Wajib Diketahui
1.Format Ujian Berbasis Komputer vs Kertas:
TOEFL iBT hampir sepenuhnya menggunakan komputer, sementara IELTS menawarkan pilihan antara berbasis komputer atau kertas dengan sesi berbicara tatap muka langsung.
2.Jenis Aksen Bahasa Inggris:
TOEFL didominasi oleh aksen Amerika (American English), sedangkan IELTS menggunakan berbagai aksen internasional termasuk British, Australian, hingga New Zealand yang lebih beragam.
3.Metode Tes Berbicara (Speaking):
Pada TOEFL, Anda berbicara melalui mikrofon ke komputer, namun pada IELTS, Anda akan berhadapan langsung dengan penguji manusia dalam ruangan khusus yang lebih interaktif.
4.Tipe Soal Mendengarkan (Listening):
TOEFL fokus pada percakapan akademik di kampus, sementara IELTS mencakup situasi sosial sehari-hari hingga diskusi akademik yang memerlukan kemampuan menulis jawaban singkat.
5.Sistem Penilaian (Scoring):
TOEFL menggunakan skor total maksimal 120, sedangkan IELTS menggunakan sistem band score dari skala 1 hingga 9 yang menghitung rata-rata dari empat komponen utama.
Mengenal TOEFL iBT: Tes yang Dominan di Wilayah Amerika Utara
TOEFL iBT (internet-Based Test) dirancang untuk mengukur kemampuan bahasa Inggris dalam lingkungan akademik universitas. Tes ini dikenal memiliki durasi yang cukup panjang dan memerlukan konsentrasi tinggi di depan layar komputer selama beberapa jam. Salah satu tantangan terbesarnya adalah bagian Integrated Tasks, di mana Anda harus membaca atau mendengar sebuah topik, lalu menuliskan atau membicarakan rangkumannya secara logis.
Bagi Anda yang lebih nyaman mengetik daripada menulis tangan dan lebih suka berinteraksi dengan mesin daripada manusia saat tes bicara, TOEFL bisa menjadi pilihan tepat. Struktur soalnya sangat teratur dan cenderung memiliki pola yang tetap dari tahun ke tahun. Jika target beasiswa Anda adalah kampus-kampus ternama di Amerika Serikat atau Kanada, TOEFL biasanya menjadi syarat utama yang paling direkomendasikan oleh pihak kampus.
Memahami Karakteristik IELTS: Pilihan Populer untuk Inggris dan Australia
IELTS dikenal lebih fleksibel dalam hal metode pelaksanaan tes karena menyediakan opsi tes tertulis tradisional bagi yang belum terbiasa mengetik cepat. Sesi Speaking yang dilakukan secara tatap muka sering dianggap lebih alami karena Anda bisa melihat ekspresi penguji dan meminta klarifikasi jika ada pertanyaan yang kurang jelas. Namun, bagian Writing di IELTS dianggap cukup menantang karena memerlukan pemahaman analisis grafik dan data statistik yang akurat.
Terdapat dua jenis IELTS, yaitu Academic untuk keperluan kuliah dan General Training untuk keperluan migrasi atau bekerja. Untuk beasiswa, pastikan Anda mengambil tipe Academic karena tingkat kesulitannya telah disesuaikan dengan kebutuhan literasi di bangku perkuliahan. Banyak mahasiswa memilih IELTS karena durasi tesnya terasa lebih singkat dan variasi soalnya yang dianggap tidak terlalu monoton dibandingkan dengan tes pesaingnya.
Mana yang Lebih Mudah dari Segi Persiapan dan Materi?
Pertanyaan mengenai tingkat kesulitan sangat subjektif dan bergantung pada kebiasaan Anda dalam menggunakan bahasa Inggris sehari-hari. Jika Anda terbiasa menonton film Hollywood tanpa teks, Anda mungkin akan lebih mudah beradaptasi dengan materi TOEFL. Sebaliknya, jika Anda sering terpapar dengan konten berita BBC atau media internasional lainnya, aksen dalam IELTS mungkin akan terasa jauh lebih akrab di telinga Anda.
Dari segi materi, TOEFL sangat menekankan pada kemampuan sintesis informasi dari berbagai sumber sekaligus. Sementara itu, IELTS lebih menguji ketelitian dalam menjawab soal-soal detail seperti mengisi titik-titik pada sebuah peta atau formulir. Sebaiknya, cobalah mengerjakan mock test atau simulasi singkat untuk kedua jenis tes tersebut guna merasakan format mana yang paling membuat Anda merasa percaya diri saat memberikan jawaban.
Ketersediaan Lokasi Tes dan Biaya di Indonesia Tahun 2026
Memasuki tahun 2026, lokasi tes untuk kedua jenis ujian ini sudah tersebar luas di kota-kota besar di Indonesia melalui lembaga resmi seperti IDP, British Council, atau pusat bahasa universitas. Biaya untuk mengikuti tes TOEFL iBT maupun IELTS Academic biasanya berkisar antara 3 hingga 4 juta rupiah per sesi. Mengingat biayanya yang tidak murah, pastikan Anda sudah melakukan persiapan matang minimal 3 bulan sebelum tanggal ujian yang ditargetkan.
Beberapa lembaga beasiswa seperti LPDP atau beasiswa pemerintah negara lain kini sudah mulai menerima kedua jenis tes tersebut tanpa pembedaan yang mencolok. Namun, tetap periksa buku panduan beasiswa terbaru karena terkadang ada persyaratan skor minimal yang berbeda untuk masing-masing tes. Misalnya, skor IELTS 7.0 seringkali disetarakan dengan TOEFL iBT 94-101, tergantung pada kebijakan universitas yang Anda tuju di masa depan.
Tips Strategis Memilih Antara TOEFL dan IELTS bagi Pemburu Beasiswa
Langkah pertama yang harus Anda lakukan adalah menentukan daftar universitas tujuan dan melihat syarat bahasa Inggris yang mereka minta secara spesifik. Jika universitas tersebut menerima keduanya dengan skor yang setara, pilihlah tes yang paling sesuai dengan kekuatan Anda, apakah itu berbicara dengan komputer atau manusia. Jangan memaksakan diri mengambil tes yang formatnya tidak Anda sukai hanya karena mengikuti tren teman sebaya.
Gunakan aplikasi belajar mandiri atau bergabung dengan kursus persiapan intensif untuk mengenali tips dan trik menjawab soal secara cepat dan tepat. Manajemen waktu adalah kunci utama keberhasilan dalam tes kemahiran bahasa karena Anda harus menyelesaikan banyak soal dalam waktu yang sangat terbatas. Dengan persiapan yang disiplin dan pilihan tes yang tepat, impian mendapatkan beasiswa ke luar negeri akan semakin terbuka lebar bagi karier akademik Anda.
Kesimpulan
Perbedaan Toefl dan IELTS, mana yang lebih mudah untuk beasiswa pada akhirnya kembali pada preferensi dan gaya komunikasi masing-masing individu. TOEFL sangat unggul bagi mereka yang terbiasa dengan sistem akademik Amerika dan penggunaan teknologi, sementara IELTS menawarkan pendekatan yang lebih komunikatif dan variatif. Kedua tes ini memiliki standar kualitas tinggi yang diakui dunia, sehingga nilai yang Anda dapatkan benar-benar mencerminkan kemampuan bahasa Inggris Anda.
Fokuslah pada satu jenis tes dan jangan mencoba mempelajari keduanya secara bersamaan karena akan membingungkan Anda dalam memahami format soal. Jadikan sertifikat bahasa Inggris ini sebagai aset berharga yang akan membuka banyak pintu kesempatan di kancah internasional. Tetap semangat dalam belajar, konsisten berlatih, dan pastikan Anda siap menghadapi tantangan akademik di tingkat global dengan kemampuan bahasa yang mumpuni.