Laba Bersih STAA Turun 3,6 Persen di Kuartal I 2026 Jadi Rp293,7 M

Senin, 27 April 2026 | 15:09:04 WIB
Ilustrasi PT Sumber Tani Agung Resources Tbk (STAA) (https://facsekuritas.co.id/storage/media/original/staa.jpg)

JAKARTA – PT Sumber Tani Agung Resources Tbk (STAA) membukukan penurunan laba bersih sebesar 3,6 persen menjadi Rp293,7 miliar pada kuartal pertama tahun 2026.

Penurunan ini disebabkan oleh kenaikan sejumlah beban perusahaan yang melampaui pertumbuhan pendapatan pada periode tiga bulan pertama.

Direktur Utama STAA, Mosfly Ang, menjelaskan secara rinci mengenai faktor utama yang mempengaruhi performa keuangan perseroan tersebut.

"Laba bersih perseroan pada kuartal I 2026 tercatat sebesar Rp293,7 miliar, mengalami penurunan sebesar 3,6 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu," ujar Mosfly, sebagaimana dilansir dari indopremier.com, Senin (27/4/2026).

Meskipun terdapat tekanan pada sisi pengeluaran, perseroan tetap berupaya menjaga volume produksi di area perkebunan mereka.

Laporan keuangan menunjukkan bahwa kenaikan beban pokok penjualan menjadi salah satu poin yang cukup diperhatikan oleh manajemen.

Mosfly Ang memaparkan data terkait komposisi beban yang harus ditanggung oleh perusahaan sepanjang awal tahun ini.

"Peningkatan beban operasional terutama dipicu oleh kenaikan biaya logistik dan harga pupuk yang masih fluktuatif di pasar global," ujar Mosfly, sebagaimana dilansir dari indopremier.com, Senin (27/4/2026).

Di sisi lain, pendapatan perseroan sebenarnya masih menunjukkan tren yang stabil berkat permintaan pasar yang terjaga.

Angka penjualan minyak sawit mentah tetap menjadi kontributor utama bagi arus kas masuk perusahaan secara keseluruhan.

Emiten berkode saham STAA ini terus melakukan evaluasi terhadap strategi efisiensi biaya guna menjaga margin keuntungan di kuartal mendatang.

"Kami terus mengoptimalkan proses produksi dan manajemen biaya untuk memitigasi dampak kenaikan beban usaha di masa depan," ujar Mosfly, sebagaimana dilansir dari indopremier.com, Senin (27/4/2026).

Investor di pasar modal merespons rincian kinerja keuangan ini dengan sikap yang cenderung berhati-hati pada sesi perdagangan terakhir.

Kondisi cuaca di wilayah operasional juga menjadi faktor eksternal yang dipantau ketat karena berpengaruh pada hasil panen tandan buah segar.

Mosfly Ang berpendapat bahwa fundamental perusahaan tetap kuat untuk menghadapi tantangan industri perkebunan hingga akhir tahun nanti.

Penerapan teknologi pertanian presisi diharapkan mampu membantu menekan pengeluaran rutin pada sisa periode tahun berjalan ini.

Terkini