ASDP Catat Tiga Puluh Lima Juta Penumpang Gunakan Layanan Tiket Digital

Selasa, 10 Februari 2026 | 12:48:32 WIB
ASDP Catat Tiga Puluh Lima Juta Penumpang Gunakan Layanan Tiket Digital

JAKARTA - Era digitalisasi transportasi di Indonesia kini telah mencapai tonggak sejarah baru, khususnya di sektor penyeberangan laut. PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) melaporkan pencapaian yang signifikan dalam adopsi teknologi oleh masyarakat luas. 

Hingga awal tahun 2026, tercatat sebanyak 3,5 juta pengguna jasa kapal penyeberangan telah beralih sepenuhnya menggunakan sistem tiket elektronik atau e-ticketing. Angka ini bukan sekadar statistik, melainkan cerminan dari keberhasilan transformasi pelayanan publik yang lebih modern, transparan, dan efisien di pelabuhan-pelabuhan utama tanah air.

Direktur Utama ASDP, Shelvy Arifin, menjelaskan bahwa lonjakan penggunaan tiket digital ini merupakan hasil dari konsistensi perusahaan dalam mengedukasi masyarakat serta melakukan pemutakhiran infrastruktur teknologi informasi secara berkelanjutan. 

Langkah ini diambil sejalan dengan visi pemerintah untuk menciptakan ekosistem transportasi yang cerdas dan terintegrasi. Dengan beralih ke sistem digital, antrean panjang di loket fisik yang selama bertahun-tahun menjadi momok bagi pemudik kini mulai teratasi secara perlahan namun pasti.

Transformasi Pelayanan Melalui Integrasi Sistem Ferizy dan Kanal Pembayaran Digital

Keberhasilan mencapai angka 3,5 juta pengguna tidak lepas dari peran aplikasi Ferizy yang terus dikembangkan oleh ASDP. Platform ini memungkinkan calon penumpang untuk melakukan reservasi tiket dari mana saja dan kapan saja, bahkan hingga 60 hari sebelum jadwal keberangkatan. 

Sistem ini memberikan kepastian bagi pengguna jasa mengenai ketersediaan kuota kapal, sehingga mereka tidak lagi datang ke pelabuhan tanpa persiapan. Kepastian jadwal ini menjadi kunci utama dalam mengelola arus lalu lintas di pelabuhan agar tidak terjadi penumpukan kendaraan yang berlebihan.

Selain kemudahan akses, integrasi dengan berbagai kanal pembayaran digital turut mempercepat proses adaptasi ini. Masyarakat kini memiliki keleluasaan untuk membayar tiket melalui berbagai metode, mulai dari transfer bank, dompet digital, hingga gerai retail modern. 

ASDP menyadari bahwa kemudahan transaksi adalah pintu gerbang utama bagi masyarakat untuk mau beralih dari kebiasaan lama. Dengan sistem yang "cashless" atau non-tunai, potensi kebocoran pendapatan juga dapat ditekan seminimal mungkin, sehingga perusahaan dapat mengalokasikan sumber daya lebih besar untuk peningkatan fasilitas keselamatan.

Optimalisasi Kapasitas Pelabuhan di Jalur Padat Merak Bakauheni dan Ketapang

Penerapan tiket digital ini memberikan dampak yang paling terasa di lintasan-lintasan tersibuk, seperti Merak-Bakauheni dan Ketapang-Gilimanuk. Melalui data yang terekam dalam sistem digital, ASDP dapat melakukan pemantauan secara real-time terhadap volume kendaraan dan penumpang yang akan masuk ke pelabuhan. 
 

Data ini menjadi instrumen krusial bagi manajemen dalam melakukan pengaturan jadwal sandar kapal dan alokasi personel di lapangan. Jika terjadi lonjakan permintaan, perusahaan dapat segera mengambil tindakan preventif untuk menambah frekuensi pelayaran atau mengoptimalkan penggunaan kapal dengan kapasitas lebih besar.

Pencapaian 3,5 juta pengguna digital ini juga menandakan bahwa literasi teknologi masyarakat di sektor maritim telah meningkat secara signifikan. Tidak hanya kalangan milenial yang mahir menggunakan aplikasi, namun pengguna jasa dari berbagai latar belakang usia kini mulai terbiasa dengan sistem kode QR untuk proses check-in di dermaga.
Efisiensi waktu yang didapatkan penumpang sangat terasa; proses validasi tiket yang sebelumnya memakan waktu menit kini dapat diselesaikan dalam hitungan detik. Kecepatan alur ini sangat membantu dalam menjaga ritme operasional pelabuhan tetap stabil, terutama pada jam-jam sibuk.

Komitmen Terhadap Standar Keselamatan dan Kenyamanan Pengguna Jasa Penyeberangan

Di balik kemudahan teknologi, ASDP tetap menempatkan aspek keselamatan sebagai prioritas yang tidak bisa ditawar. Data manifes yang terinput secara akurat melalui sistem tiket digital memudahkan proses identifikasi penumpang jika terjadi keadaan darurat di laut. Dengan sistem digital, setiap nyawa yang berada di atas kapal tercatat dengan valid, sesuai dengan aturan keselamatan pelayaran internasional. 

Keakuratan data ini juga mempermudah koordinasi dengan pihak terkait seperti Basarnas dan otoritas pelabuhan dalam memantau beban muatan kapal agar selalu berada dalam batas aman.

Selain itu, kenyamanan penumpang juga terus ditingkatkan melalui penyediaan fasilitas penunjang di area pelabuhan yang kini lebih tertata. Dengan berkurangnya kerumunan di loket tiket, ruang tunggu pelabuhan menjadi lebih lega dan bersih. 

ASDP terus berkomitmen untuk mendengarkan masukan dari pengguna jasa melalui fitur evaluasi yang ada di aplikasi. Langkah ini memastikan bahwa setiap kendala teknis yang dialami pengguna dapat segera direspons oleh tim pendukung teknis, sehingga kepercayaan publik terhadap layanan digital plat merah ini terus terjaga dan meningkat di masa mendatang.

Visi Masa Depan Penyeberangan Indonesia Menuju Ekosistem Maritim Terpadu

Melihat tren positif ini, ASDP memproyeksikan jumlah pengguna tiket digital akan terus tumbuh secara eksponensial di tahun-tahun mendatang. Perusahaan berencana untuk memperluas implementasi sistem full digital ke lebih banyak lintasan penyeberangan di wilayah Indonesia Timur guna mendukung konektivitas nasional yang merata. 

Targetnya adalah seluruh pelabuhan yang dikelola oleh ASDP dapat terhubung dalam satu ekosistem digital yang sama, sehingga mobilitas barang dan orang antar-pulau menjadi lebih efisien dan murah.

Visi besar ini tentu membutuhkan dukungan dari seluruh pemangku kepentingan, termasuk kesediaan masyarakat untuk terus beradaptasi dengan perubahan. Kesuksesan 3,5 juta pengguna ini hanyalah awal dari perjalanan panjang Indonesia menuju modernisasi transportasi laut. 

Dengan terus mengedepankan inovasi, ASDP optimis bahwa layanan penyeberangan akan menjadi pilar utama dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional melalui arus logistik yang lancar dan aman. Transformasi ini menjadi bukti nyata bahwa BUMN mampu bertransformasi menjadi institusi yang responsif terhadap perkembangan zaman demi memberikan pelayanan terbaik bagi bangsa.

Terkini