Saham Eropa Bangkit Kembali dan Indeks STOXX 600 Mendorong Naik 0,9 Persen

Saham Eropa Bangkit Kembali dan Indeks STOXX 600 Mendorong Naik 0,9 Persen
Ilustrasi Saham Eropa (FOTO : NET)

FRANKFURT – Bursa saham Eropa menguat pada perdagangan Kamis waktu setempat. Penguatan ini terjadi di tengah sentimen positif pasar global usai Federal Reserve (The Fed) menaikkan suku bunga serta munculnya perkembangan diplomatik terkait konflik di Timur Tengah.

Indeks STOXX 600 pan-Eropa naik 0,9 persen. Penguatan tersebut merupakan yang tertinggi dalam lebih dari dua bulan dan melanjutkan kenaikan pada sesi sebelumnya.

Pelaku pasar mencermati sikap Ketua The Fed Kevin Warsh dalam merespons tekanan inflasi yang dipicu kenaikan biaya energi.

Sementara itu, indeks DAX Jerman, CAC 40 Prancis, dan FTSE 100 Inggris juga menguat. Ketiga indeks tersebut masing-masing naik dalam kisaran 0,6-1,2 persen.

Kenaikan suku bunga The Fed tidak langsung memicu pelemahan pasar saham Eropa. Pelaku pasar menilai keputusan tersebut sebagai sinyal komitmen bank sentral dalam menjaga stabilitas harga.

Sentimen pasar turut mendapat dorongan dari perkembangan hubungan Amerika Serikat (AS) dan Iran. Presiden AS Donald Trump menyampaikan optimisme mengenai perkembangan konflik Iran yang telah berlangsung selama tujuh bulan. "harapan saya konflik tersebut segera berakhir dan Teheran ingin mencapai kesepakatan perdamaian," sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Axios melaporkan Trump diperkirakan menggelar pertemuan bilateral dengan sejumlah pemimpin negara Teluk di sela-sela Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mendatang.

Perhatian investor juga tertuju pada keputusan Bank of England (BoE). Komite Kebijakan Moneter (MPC) mempertahankan suku bunga acuan di level 3,75 persen melalui pemungutan suara 6-3.

Para pembuat kebijakan mencermati pelemahan pasar tenaga kerja serta tingginya tingkat suku bunga pasar yang turut memengaruhi kondisi keuangan Inggris.

BoE juga memperkirakan inflasi harga konsumen dapat melampaui 4 persen pada awal tahun depan. Proyeksi tersebut meningkat tajam dari perkiraan sebelumnya yang menempatkan puncak inflasi di level 3,2 persen.

Kenaikan proyeksi tersebut terjadi di tengah gangguan yang masih berlangsung di Timur Tengah dan dampaknya terhadap jalur transportasi serta pasokan energi.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index