Dampak Diskriminasi Ibu Hamil di Kantor bagi Kesehatan Mental

Dampak Diskriminasi Ibu Hamil di Kantor bagi Kesehatan Mental

FINANSIALINSIGHT.COM — Survei ILO tahun 2022 menemukan 4 dari 25 pekerja perempuan Indonesia menyembunyikan kehamilan karena takut kehilangan kontrak kerja. Kisah Jessica Morgan di Inggris, yang disebut bosnya "tak ada yang mau lihat orang hamil", menunjukkan diskriminasi ini nyata dan berdampak pada kesehatan mental ibu serta janin. Berikut bentuk-bentuk perlakuan merugikan yang perlu ibu pekerja waspadai.

Kehamilan seharusnya jadi fase penuh dukungan. Namun banyak ibu pekerja justru menerima perlakuan berbeda begitu kandungannya diketahui atasan.

Jessica Morgan, manajer penjualan di sebuah perusahaan panel kayu di Fforestfach, pinggiran Swansea, Inggris, mengalaminya langsung. Ia bergabung pada 2020 dengan gaji 40.000 poundsterling per tahun dan mengumumkan kehamilannya pada Juli 2023.

Komentar yang Merendahkan di Ruang Rapat

Saat Morgan mengusulkan diri memimpin presentasi, atasannya diduga terkekeh dan melontarkan kalimat bahwa "tak ada yang mau melihat orang hamil". Ucapan itu bukan sekadar leluasa soal bentuk tubuh.

Kehamilan membawa perubahan biologis nyata: berat badan bertambah, bentuk tubuh berubah, energi dan kemampuan fisik ikut menyesuaikan. Komentar yang merendahkan penampilan ibu hamil membuat lingkungan kerja terasa tidak aman secara psikologis.

Padahal kemampuan, pengalaman, dan kontribusi profesional pekerja hamil tidak berkurang hanya karena perubahan fisiknya.

Bentuk Diskriminasi yang Sering Tak Disadari

Diskriminasi terhadap pekerja hamil tidak selalu berbentuk pemecatan. Advisory, Conciliation and Arbitration Service (ACAS) di Inggris mencatat sejumlah bentuk perlakuan merugikan yang kerap luput dari perhatian.

  • Pengurangan jam kerja tanpa alasan jelas
  • Perundungan dan pelecehan di tempat kerja
  • Tidak diberi kesempatan mengikuti pelatihan
  • Tidak mendapat promosi meski kualifikasi memadai

Komentar yang merendahkan tubuh ibu hamil juga menciptakan lingkungan kerja yang tidak sehat. ACAS menekankan perusahaan semestinya mengambil pendekatan suportif dan sensitif terhadap pekerja yang sedang mengandung.

Bagaimana Kondisi di Indonesia?

Laporan ILO tahun 2022 mengungkap pekerja perempuan di Indonesia memilih menyembunyikan kehamilan karena khawatir kehilangan pekerjaan atau pendapatan. Dalam penelitian yang dikutip ILO, 4 dari 25 pekerja perempuan yang diteliti merahasiakan kehamilannya.

Kekhawatiran itu berkaitan dengan kontrak kerja yang dianggap bisa terpengaruh. International Labour Organization melalui Maternity Protection Convention No. 183 menegaskan kehamilan bukan alasan sah untuk memberhentikan pekerja.

Jika terjadi pemutusan hubungan kerja selama kehamilan, alasannya harus berkaitan dengan faktor lain di luar kehamilan atau persalinan.

Dampak pada Kesehatan Ibu dan Janin

Stres berkepanjangan akibat perlakuan diskriminatif memengaruhi kondisi ibu hamil. Tekanan psikologis di tempat kerja bisa memperburuk mual, kelelahan, nyeri punggung, dan gangguan tidur yang umum dialami ibu hamil.

ILO menekankan pentingnya perlindungan kesehatan bagi perempuan hamil dan menyusui, terutama bila pekerjaannya berisiko terhadap kesehatan ibu maupun bayi. Dalam kondisi tertentu, beban dan jadwal kerja dapat disesuaikan agar tetap aman.

Kapan Perlu Mencari Bantuan

Ibu hamil sebaiknya mencari dukungan profesional jika mengalami perundungan berulang, tekanan untuk mengundurkan diri, atau penurunan jam kerja tanpa penjelasan. Konsultasi dengan dokter kandungan juga penting bila stres kerja mulai mengganggu pola makan, tidur, atau memicu kontraksi.

Dokumentasikan setiap kejadian, termasuk tanggal, isi komentar, dan saksi yang hadir. Di Indonesia, ibu pekerja dapat melaporkan dugaan diskriminasi ke Dinas Ketenagakerjaan setempat atau mendampingi prosesnya bersama serikat pekerja.

Kehamilan bukan penghalang untuk tetap produktif. Perusahaan yang sehat adalah yang menyesuaikan kondisi kerja demi keamanan ibu dan janin, bukan merendahkan atau mengucilkan pekerjanya karena sedang mengandung.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index