JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah siang hari ini, kehilangan 0,35% di posisi 6.439 pada perdagangan Jumat (18/9/2026). Tertekannya saham–saham big caps menjadi sebab, terutama saham Bank BCA (BBCA) dan saham Bank BRI (BBRI).
Padahal pada perdagangan pagi hari tadi IHSG sempat melesat di zona hijau hingga menyentuh level 6.521, namun jelang siang ini Indeks Komposit berbalik arah dengan pelemahan yang bertambah dalam sampai dengan titik terendah 6.433.
Data Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan nilai perdagangan mencapai Rp7,5 triliun dari sejumlah 14,91 miliar saham yang ditransaksikan. Dengan jumlah frekuensi sebanyak 1,07 juta kali diperjualbelikan.
Tercatat masih ada penguatan 207 saham, dan sebanyak 406 saham terjadi pelemahan. Sisanya 173 saham stagnan.
Saham–saham keuangan termasuk perbankan big caps menjadi pemberat IHSG pada siang hari ini, saham BBCA, BBRI, BMRI, dan BBNI, misalnya. Adapun saham kesehatan, saham infrastruktur, dan saham keuangan mencatatkan pelemahan paling dalam, dengan masing–masing minus 1,66%, 1,26%, dan juga 1,17%.
Sejumlah saham–saham big caps berbobot besar menjadi pemberat IHSG hingga menempati jajaran top losers pada Jumat (18/9/2026).
PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) mengurangi 11,09 poin PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) mengurangi 8,8 poin PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) mengurangi 7,38 poin PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) mengurangi 4,23 poin PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) mengurangi 3,71 poin PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) mengurangi 2,65 poin PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) mengurangi 2,58 poin PT Bumi Resources Tbk (BUMI) mengurangi 2,58 poin PT Ekamas Mora Republik Tbk (MORA) mengurangi 1,85 poin PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) mengurangi 1,71 poin
Adapun saham-saham LQ45 lain juga menjadi pendorong pelemahan IHSG, saham PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) drop 2,58%, saham PT Darma Henwa Tbk (DEWA) melemah 2,09%, dan saham PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) juga melemah dengan penurunan 2,02%.
Begitu juga dengan saham PT XLSmart Tbk (EXCL) yang terpeleset 2,02%, dan saham PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) yang mencatat pelemahan 1,89%.
Phintraco Sekuritas menyebut, pasar mencermati paparan Goldman Sachs yang melihat The Fed akan kembali menaikkan suku bunga acuan sebesar 25bps pada pertemuan Oktober 2026 dan probabilita menunjukan The Fed akan kembali menaikkan suku bunga 25bps di Desember 2026 dengan probabilita mencapai 89% sebagaimana dilansir dari berita sumber.
IHSG dibuka menguat namun melemah dan turun ke zona merah hingga penutupan. Saat ini investor mencermati keputusan kenaikan suku bunga global, di mana ini berpotensi memengaruhi keputusan suku bunga BI Rate pada Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia minggu depan.
Namun demikian, harga minyak brent yang kembali turun relatif positif terhadap negara net importir minyak seperti Indonesia.