Rekomendasi Saham Hari Ini Saat Sentimen The Fed Bayangi Pasar

Rekomendasi Saham Hari Ini Saat Sentimen The Fed Bayangi Pasar
Ilustrasi Rekomendasi Saham (FOTO : NET)

JAKARTA – Laju IHSG kemarin ditutup turun 0,38 persen, disertai dengan net sell asing Rp592 miliar. Saham yang paling banyak dijual asing adalah BMRI, BUMI, BBCA, ADRO, dan ITMG.

Untuk perdagangan hari ini, menurut Fanny Suherman, Head of Retail Research BNI Sekuritas, IHSG berpotensi sideways cenderung melemah seiring dengan kenaikan suku bunga The Fed 25 bps.

“Dengan kondisi saat ini, level Support IHSG diperkirakan di kisaran 6350-6400 dan level Resist IHSG diproyeksi di rentang 6500-6540,” ungkap dia, Kamis (17/9/2026) sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Rekomendasi saham hari ini meliputi BRMS, TPIA, PTBA, ASLI, HMSP, dan SMDR.

BRMS Buy on Weakness dengan area beli di 715-730, cutloss di bawah 705, serta target dekat di 740-760.

TPIA Buy on Weakness dengan area beli di 1800-1825, cutloss di bawah 1790, serta target dekat di 1840-1860.

PTBA Spec Buy dengan area beli di 3000, cutloss di bawah 2970, serta target dekat di 3030-3080.

ASLI Spec Buy dengan area beli di 356-360, cutloss di bawah 350, serta target dekat di 370-384.

HMSP Sell on High dengan target dekat di 665-680, serta perlu hati-hati jika break di bawah 645-655.

SMDR Spec Buy dengan area beli di 390, cutloss di bawah 386, serta target dekat di 396-402.

Indeks utama Wall Street ditutup melemah pada perdagangan Rabu (16/9), setelah The Fed menaikkan suku bunga acuan untuk pertama kalinya sejak 3 tahun terakhir guna meredam inflasi akibat lonjakan harga minyak.

Indeks Dow Jones Industrial Average turun 631,33 poin (1,21 persen); S&P 500 turun 33,59 poin (0,44 persen); dan Nasdaq Composite turun 3,15 poin (0,01 persen).

Saham Chevron dan Exxon Mobil masing-masing turun 2,9 persen dan 3,5 persen, sedangkan Devon Energy dan ConocoPhillips masing-masing turun lebih dari 5 persen.

Saham Intel melonjak 4,0 persen setelah muncul laporan bahwa SK Hynix asal Korea Selatan sedang dalam pembicaraan dengan perusahaan tersebut mengenai produksi chip memori di AS. Saham SK Hynix yang tercatat di bursa AS naik 0,6 persen.

Saham IBM turun 4,4 persen setelah perusahaan menyatakan bahwa Anderon, unit bisnis chip miliknya, telah menandatangani perjanjian pendanaan dengan pemerintah AS.

Sementara dalam pernyataan resminya, The Fed menyatakan bahwa keputusan untuk menaikkan suku bunga diambil secara bulat dan pengetatan lebih lanjut kemungkinan akan dilakukan dalam waktu dekat untuk mendorong penurunan inflasi yang lebih cepat.

Dalam konferensi pers setelahnya, Ketua The Fed Kevin Warsh mengatakan ekonomi AS telah menguat sejak pertemuan The Fed terakhir, namun tren inflasi menunjukkan sedikit perbaikan sebagaimana dilansir dari berita sumber. Harga minyak mentah Brent ditutup turun 2,7 persen.

Bursa Asia naik pada perdagangan Rabu (16/9), pulih dari pelemahan perdagangan sehari sebelumnya.

Indeks Nikkei 225 Jepang naik 0,7 persen; Topix menguat 0,6 persen; Hang Seng Hong Kong naik 0,2 persen; Taiex Taiwan naik 0,7 persen; Kospi Korea Selatan melesat 1,4 persen; ASX 200 Australia bertambah 0,3 persen; dan NZX 50 Selandia Baru naik 0,9 persen.

Straits Times turun 0,06 persen, sedangkan FTSE Malaysia tutup karena libur Hari Malaysia (Malaysia Day).

Investor tetap berhati-hati menjelang keputusan kebijakan The Fed pada hari Rabu waktu AS dan Bank of Japan (BOJ) pada hari Jumat (18/9), dengan keduanya diperkirakan akan menaikkan suku bunga.

Data perdagangan Jepang yang dirilis pada hari Rabu menunjukkan ekspor naik 19,3 persen YoY. Lonjakan impor sebesar 28 persen menyebabkan defisit perdagangan sebesar 1,106 triliun yen (US$ 7,5 miliar), mengindikasikan dampak biaya energi yang lebih tinggi.

Inflasi Inggris meningkat ke level tertinggi dalam lima bulan ke level 3,1 persen pada Agust-26, dibandingkan inflasi tahunan pada Jul-26 yang berada di level 2,9 persen. Angka resmi inflasi Inggris ini dirilis sehari sebelum Bank of England (BOE) mengumumkan kebijakan suku bunga.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index