JAKARTA – Perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk saham-saham anggota indeks LQ45 pada 16 September 2026 bergerak beragam, dengan koreksi dalam di satu saham berharga mahal.
Total nilai transaksi bursa tercatat Rp12,3 triliun. Investor asing mencatat net jual, baik dari sisi volume (1,22 miliar saham) maupun nilai (Rp624,7 miliar).
Rasio harga berbanding laba (price earning ratio/PER) menunjukkan berapa kali lipat harga saham dibanding laba bersih per sahamnya.
Rasio harga berbanding nilai buku (price to book value/PBV) membandingkan harga saham dengan nilai aset bersih perusahaan per saham.
PT Bank Mandiri (BMRI) jadi penurun terbesar di kelompok ini pada perdagangan 16 September, turun 1,84%, disusul PT Aneka Tambang (ANTM) yang melemah 1,53% dan PT Bank Tabungan Negara (BBTN) yang turun 1,27%.
PT Japfa Comfeed Indonesia (JPFA) mencatat kenaikan terbesar, 1,32%, disusul PT Adaro Andalan Indonesia (AADI) yang naik 1,02%.
PT Darma Henwa (DEWA) anjlok 6,57% pada perdagangan 16 September, penurunan terbesar di antara seluruh 20 saham gabungan.
PT Amman Mineral Internasional (AMMN) justru melesat 1,98%, kenaikan terbesar di kelompok ini, disusul PT Merdeka Copper Gold (MDKA) yang naik 1,42%.
PT Bumi Resources (BUMI) dan PT Petrindo Jaya Kreasi (CUAN) turut terkoreksi lebih dari 2%.
PT Indah Kiat Pulp & Paper (INKP) tetap memegang status PBV terendah di seluruh 20 saham gabungan, 0,37 kali.
PT GoTo Gojek Tokopedia (GOTO) tetap berada di harga Rp50, dengan nilai transaksi hanya Rp270,3 juta, terkecil di antara seluruh 20 saham gabungan.