KLBF Ubah Jadwal Buyback Saham Senilai Rp 500 Miliar Tanpa RUPS

KLBF Ubah Jadwal Buyback Saham Senilai Rp 500 Miliar Tanpa RUPS
Ilustrasi Buyback Saham (FOTO : NET)

JAKARTA – PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) mengumumkan untuk melakukan pembelian kembali atau buyback saham dengan anggaran Rp 500 miliar dengan skema tanpa Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

Sekretaris Perusahaan Kalbe Farma, Maria Teresa Fabiola menjelaskan periode buyback saham akan dilakukan pada 17 September–17 Desember 2026, dengan waktu maksimal tiga bulan sesuai dengan ketentuan POJK No. 13/2023.

Sebelumnya pada 15 September 2025 sekitar jam 15:00 WIB, KLBF merilis keterbukaan informasi mengenai rencana buyback saham dengan periode tanggal 16 September–16 Desember 2026. Namun beberapa jam kemudian, manajemen KLBF membatalkan rencana itu.

Dia bilang biaya yang timbul dari pembelian kembali saham adalah biaya perantara pedagang efek dan biaya lain yang berkaitan dengan Buyback adalah sebanyak-banyaknya 0,1% dari jumlah nilai buyback sebagaimana dilansir dari berita sumber.

“Perkiraan nilai nominal saham yang akan dibeli kembali adalah sebesar-sebesarnya Rp 500 miliar dengan dana internal sebagai sumber pembiayaan pembelian kembali saham,” jelasnya Maria dalam keterbukaan informasi, Rabu (18/9/2026) sebagaimana dilansir dari berita sumber.

KLBF memperkirakan dampak penurunan pendapatan bunga mencapai sekitar Rp 8,4 miliar setelah selesainya periode Buyback. Maria bilang penurunan pendapatan bunga ini tidak berdampak material terhadap KLBF.

Dengan mempertimbangkan penurunan penghasilan bunga dan jumlah saham beredar, KLBF memperkirakan proforma laba per saham jika buyback saat ini dilakukan seluruhnya adalah sebesar Rp 81,44 per saham.

“Buyback diharapkan memberikan keyakinan kepada investor atas nilai saham Perseroan secara fundamental,” kata Maria sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Maria bilang buyback juga memberikan fleksibilitas bagi Perseroan dalam mengelola modal jangka panjang, dimana saham treasuri dapat dialihkan di masa mendatang dengan nilai optimal untuk meningkatkan nilai bagi pemegang saham.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index