Saham Asia Naik Moderat Menjelang Keputusan Suku Bunga The Fed

Saham Asia Naik Moderat Menjelang Keputusan Suku Bunga The Fed
Ilustrasi saham asia (FOTO : NET)

JAKARTA – Saham-saham Asia naik moderat pada hari Rabu saat para investor menantikan keputusan suku bunga The Fed yang krusial. Kekhawatiran inflasi yang didorong oleh minyak dan ekspektasi bank sentral yang hawkish membebani sentimen.

Meningkatnya ketegangan geopolitik mungkin turut membantu membatasi setiap pergerakan optimistis. Pasar ekuitas Asia diperdagangkan dengan kenaikan moderat pada hari Rabu, mengikuti stabilnya indeks saham berjangka AS, meskipun sentimen tetap berhati-hati menjelang keputusan kebijakan Federal Reserve (The Fed) AS yang sangat dinantikan.

Harga minyak yang tinggi, meningkatnya ketegangan di Timur Tengah, dan melonjaknya imbal hasil obligasi juga membuat pasar tetap waspada. Bank sentral AS secara luas diprakirakan akan menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin (bp) pada akhir pertemuan dua harinya yang berakhir hari ini.

Selain itu, kekhawatiran inflasi yang didorong oleh energi menopang prospek pengetatan lebih lanjut oleh The Fed. Oleh karena itu, fokus pasar akan tertuju pada proyeksi ekonomi yang diperbarui dan komentar Ketua The Fed, Kevin Warsh, selama konferensi pers pasca pertemuan.

Para investor akan mencari petunjuk lebih lanjut mengenai jalur kebijakan The Fed ke depan, yang pada gilirannya akan memainkan peran penting dalam memengaruhi sentimen penghindaran risiko yang lebih luas. Sementara itu, harga minyak menyentuh level tertinggi sejak 20 Mei pada hari Selasa di tengah meningkatnya kekhawatiran terhadap gangguan pasokan di Timur Tengah.

Ini dapat secara langsung mendorong naik inflasi grosir dan ritel di seluruh dunia, yang mungkin mendorong bank-bank sentral untuk mengadopsi sikap yang lebih hawkish. Selain itu, lonjakan pinjaman publik dan korporasi memicu sell-off obligasi global yang berkepanjangan, mendorong imbal hasil obligasi Pemerintah AS acuan bertenor 10 tahun melampaui ambang batas 5% untuk pertama kalinya sejak 2023 dan ke level tertinggi sejak 2007.

Pada saat berita ini ditulis, KOSPI Korea Selatan naik sekitar 1,25% pada hari ini, sementara S&P/ASX 200 Australia dan Nifty50 India masing-masing naik sekitar 0,25%. Nikkei 225 acuan Jepang menguat lebih dari 0,50% saat para pedagang sangat menanti kenaikan suku bunga Bank of Japan (BoJ) yang secara luas diprakirakan pada hari Jumat.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index