Daftar Saham PER Terendah dan Tertinggi LQ45: BBNI dan DEWA Disorot

Daftar Saham PER Terendah dan Tertinggi LQ45: BBNI dan DEWA Disorot
Ilustrasi Pasar Modal (FOTO : NET)

JAKARTA – Perdagangan saham-saham yang masuk dalam indeks LQ45 di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 15 September 2026 diwarnai oleh pelemahan yang cukup luas. Kondisi penurunan harga tersebut paling terlihat pada deretan saham yang berada di kelompok PER tertinggi.

Nilai transaksi yang terjadi di bursa pada hari itu menyentuh angka Rp12,7 triliun. Di saat yang sama, aksi jual bersih atau net jual dari investor asing tercatat mencapai 90,4 juta saham dari sisi volume serta setara Rp349,3 miliar dari segi nilai.

Tingkat rasio harga berbanding laba (price earning ratio/PER) menggambarkan perbandingan antara harga saham dan laba bersih per unit saham. Sementara itu, rasio harga berbanding nilai buku (price to book value/PBV) mengukur harga saham terhadap nilai aset bersih per unit saham perusahaan.

Pergerakan saham kelompok PER terendah mencatat pergerakan yang bervariasi. BBTN berada di harga 1.185 dengan PER 3,46 dan PBV 0,44 (-2,47%), INKP di 8.675 dengan PER 3,57 dan PBV 0,37 (-1,70%), NCKL di 915 dengan PER 4,97 dan PBV 1,32 (-0,54%), JPFA di 2.270 dengan PER 5,38 dan PBV 1,34 (0,00%), AADI di 12.275 dengan PER 5,64 dan PBV 1,49 (+0,41%), PGAS di 1.530 dengan PER 6,02 dan PBV 0,77 (-1,29%), ANTM di 3.270 dengan PER 6,15 dan PBV 2,11 (+2,51%), BBNI di 3.750 dengan PER 6,50 dan PBV 0,85 (-3,10%), PTBA di 3.020 dengan PER 6,57 dan PBV 1,38 (-1,95%), serta BMRI di 4.340 dengan PER 6,66 dan PBV 1,42 (-2,25%).

PT Bank Negara Indonesia (BBNI) mencatatkan koreksi terbesar di jajaran ini setelah tergerus 3,10%. Sebaliknya, PT Aneka Tambang (ANTM) berhasil keluar dari tekanan dengan melonjak 2,51% sekaligus membalikkan posisi pelemahan dari hari sebelumnya.

Saham perbankan lainnya yakni PT Bank Tabungan Negara (BBTN) dan PT Bank Mandiri (BMRI) juga harus merosot lebih dari 2%. Di sisi lain, harga saham PT Japfa Comfeed Indonesia (JPFA) berakhir tanpa mengalami perubahan atau stagnan.

Pada kelompok saham ber-PER tertinggi, tidak ada satu pun emitmen yang mampu bertahan di zona hijau pada perdagangan 15 September. Perinciannya yaitu CUAN berada di harga 920 dengan PER 153,33 dan PBV 16,73 (-2,13%), UNTR di 26.100 dengan PER 50,88 dan PBV 1,01 (-1,14%), GOTO di 50 dengan PER 50,00 dan PBV 1,79 (0,00%), INDY di 2.740 dengan PER 39,14 dan PBV 0,67 (-1,79%), BUMI di 208 dengan PER 34,67 dan PBV 2,60 (0,00%), AMMN di 5.050 dengan PER 33,67 dan PBV 3,92 (-0,98%), MBMA di 496 dengan PER 26,11 dan PBV 1,95 (-1,78%), DEWA di 396 dengan PER 23,29 dan PBV 1,99 (-2,46%), BRPT di 1.620 dengan PER 22,19 dan PBV 3,49 (-2,11%), serta MDKA di 2.810 dengan PER 17,56 dan PBV 4,75 (-2,43%).

Koreksi paling tajam pada kategori saham termahal dialami oleh PT Darma Henwa (DEWA) yang tergerus 2,46%. Penurunan tersebut menyusul PT Merdeka Copper Gold (MDKA) yang merosot 2,43% dan PT Petrindo Jaya Kreasi (CUAN) yang menyusut 2,13%.

Secara keseluruhan dari 20 saham gabungan yang dipantau, PT Indah Kiat Pulp & Paper (INKP) tetap memegang posisi sebagai pemilik angka PBV paling rendah yakni di level 0,37 kali.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index