Kenaikan FTSE 100 Dipicu Gangguan Pasokan Minyak Timur Tengah

Kenaikan FTSE 100 Dipicu Gangguan Pasokan Minyak Timur Tengah
Ilustrasi Saham Inggris (FOTO : NET)

JAKARTA – Saham-saham Inggris mengalami penguatan pada hari Senin seiring kekhawatiran mengenai gangguan pasokan minyak Timur Tengah memicu lonjakan harga minyak mentah, yang mampu mengimbangi kelemahan lebih luas di pasar Eropa.

Indeks FTSE 100 terangkat 0,5 persen, bangkit dari level terendah lebih dari satu bulan yang sempat tersentuh. Sementara itu, Pound Sterling mengalami pelemahan terhadap dolar, dengan GBP/USD merosot 0,3 persen ke posisi 1,3491.

Perusahaan energi besar seperti Shell dan BP masing-masing mengalami kenaikan 1,6 persen, sedangkan saham-saham defensif yang menawarkan pendapatan stabil tanpa terpengaruh kondisi ekonomi keseluruhan seperti Unilever melonjak 3 persen.

Oman menunda agenda pertemuan antara negara-negara Teluk dan Iran terkait pengelolaan Selat Hormuz dengan alasan memerlukan konsensus.

"penundaan ini mendorong prospek de-eskalasi semakin jauh dari jangkauan," sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Kondisi tersebut menyusul penutupan jalur pipa East-West Arab Saudi berkapasitas 7 juta barel per hari oleh pihak Arab Saudi, yang dinilai ING sebagai "jalur bypass vital bagi ekspor minyak Arab Saudi saat terjadi gangguan melalui Selat Hormuz," sebagaimana dilansir dari berita sumber, usai terjadinya serangan terhadap infrastruktur energi kerajaan tersebut pekan lalu.

ING menyertakan keterangan bahwa belum dapat dipastikan seberapa parah kerusakan yang timbul atau berapa lama pipa tersebut berhenti beroperasi. ING turut menyampaikan bahwa eskalasi ini memicu risiko pada proyeksinya, hingga mendorong lebih dekat menuju skenario yang lebih pesimistis. Walau begitu, untuk saat ini broker tersebut tetap mempertahankan skenario dasar Brent di rata-rata $80/barel pada kuartal keempat, sembari mencatat bahwa volume minyak dalam jumlah signifikan masih mengalir melintasi Selat Hormuz.

Di samping itu, data pelacakan kapal Reuters menunjukkan transit Hormuz menyusut ke angka satu digit sepanjang akhir pekan dari rata-rata 10 hari sebesar 14, sedangkan Komando Pusat AS mengonfirmasi telah mengalihkan lebih dari 100 kapal komersial di bawah blokade pelabuhan Iran yang diberlakukan kembali pada Juli.

Di dalam negeri, Perdana Menteri Andy Burnham mengundang para pemimpin bisnis, pengusaha, serta wali kota lokal ke Downing Street guna memposisikan pemerintahannya sebagai mitra pertumbuhan.

Sebelum acara berlangsung, Burnham menyatakan bahwa Inggris mempunyai seluruh persyaratan untuk meraih sukses, termasuk sumber daya manusia berbakat dan universitas kelas dunia, namun membutuhkan perubahan budaya dalam menjalankan bisnis di Inggris.

Ia mengutarakan pemerintahannya akan mengeksekusi reindustrialisasi Inggris, serta menambahkan bahwa langkah ini bermakna menempatkan pemerintah secara tegas di pihak mereka yang berani mengambil risiko, membangun perusahaan, membuka lapangan kerja, dan mewujudkan gagasan baru.

Pertemuan meja bundar tersebut menghadirkan para pendiri Octopus Energy, Revolut, Starling Bank, dan Oxford Quantum Circuits, berdampingan dengan para chief executive dari HSBC, Aviva, Standard Chartered, Morrisons, Sainsbury’s, BT, Vodafone, BP, Shell, Rolls-Royce, serta BAE Systems.

Agenda ini berlangsung mendahului anggaran pertama Menteri Keuangan John Healey pada 28 Oktober, yang dipersiapkan di tengah lonjakan biaya pinjaman serta dampak ekonomi akibat perang Iran.

Mengenai sisi permintaan, ING mencatat bahwa laporan pasar minyak bulanan IEA menerapkan pemangkasan agresif tambahan pada proyeksi permintaan 2026, yang kini memperkirakan permintaan minyak global merosot 2,5 juta barel per hari secara tahunan, lebih dalam 940.000 b/d dari estimasi sebelumnya, meski tetap memproyeksikan pemulihan 2,6 juta b/d pada 2027.

ING juga memberikan catatan bahwa pasar distilat menengah terus memperlihatkan sinyal ketatnya pasokan, dengan ICE gasoil crack menorehkan rekor tertinggi baru mendekati $84/barel dan US diesel crack melampaui $110/barel — tekanan yang dihubungkan bank tersebut dengan kebijakan larangan ekspor diesel Rusia serta dorongan dari Washington kepada Ukraina untuk menghentikan serangan ke kilang minyak.

Harga berjangka minyak mentah Brent mencatatkan kenaikan 4,4 persen, sedangkan WTI AS terangkat 4 persen.

Saham perusahaan pertambangan yang tercatat di London seperti Antofagasta dan Rio Tinto bergerak turun menyusul pelemahan harga logam.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index