Harga Energi Melonjak Saham Eropa Turun 0.7 Persen Usai ECB Kerek Suku Bunga

Harga Energi Melonjak Saham Eropa Turun 0.7 Persen Usai ECB Kerek Suku Bunga
Ilustrasi pasar saham (FOTO : NET)

FRANKFURT – Bursa saham Eropa berbalik melemah pada perdagangan Kamis waktu setempat, setelah sempat menguat pada awal perdagangan. Tekanan terjadi setelah Bank Sentral Eropa atau European Central Bank (ECB) menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin menjadi 2,50 persen.

ECB juga memperingatkan lonjakan harga energi dapat memperkuat tekanan inflasi di kawasan Zona Euro. Indeks STOXX 600 pan-Eropa kehilangan penguatan awal dan turun 0,7 persen, sementara investor mencermati keputusan ECB serta dampaknya terhadap pasar obligasi dan ekuitas.

Mengutip Investing.com, Jumat, 11 September 2026, indeks DAX Jerman turun 0,7 persen. Sementara itu, CAC 40 Prancis melemah 0,5 persen, dengan tekanan terutama berasal dari saham sektor ritel dan barang konsumsi non-esensial.

Indeks FTSE 100 Inggris juga turun 0,6 persen. Pelemahan dipengaruhi aksi jual saham perusahaan ritel besar, meskipun saham perusahaan komoditas utama memberikan dukungan terhadap indeks.

ECB menaikkan suku bunga fasilitas deposit sebesar 25 basis poin menjadi 2,50 persen. Kebijakan tersebut membawa biaya pinjaman Zona Euro ke level tertinggi sejak April 2025.

Keputusan tersebut diambil di tengah perubahan kondisi pasar dalam beberapa pekan terakhir. Salah satu pemicunya adalah lonjakan harga komoditas yang mendorong minyak mentah Brent kembali menembus USD100 per barel.

Harga minyak mentah tercatat melonjak hampir 40 persen sejak gencatan senjata Amerika Serikat dan Iran runtuh pada awal Juli. Kenaikan tersebut meningkatkan kekhawatiran terhadap tekanan inflasi karena biaya produksi di negara-negara Eropa yang bergantung pada impor energi ikut terdampak.

Inflasi utama Zona Euro meningkat menjadi 3,3 persen pada Agustus 2026. Kenaikan tersebut didorong oleh lonjakan harga energi sebesar 14,3 persen.

Presiden ECB Christine Lagarde dan para pembuat kebijakan memperketat kebijakan untuk mencegah kenaikan harga energi merembet ke upah dan harga jasa.

Pasar swap juga telah memperhitungkan kemungkinan kenaikan suku bunga ECB kembali sebelum akhir 2026.

Pelaku pasar mencermati konferensi pers Christine Lagarde setelah keputusan kenaikan suku bunga.

Investor juga akan memperhatikan proyeksi makroekonomi terbaru staf ECB, khususnya perkiraan inflasi 2027. Data tersebut akan menjadi salah satu indikator untuk melihat arah kebijakan moneter ECB berikutnya.

Perhatian pasar tidak hanya tertuju pada Frankfurt, sebab investor global juga menanti data Indeks Harga Konsumen (CPI) Amerika Serikat yang dijadwalkan dirilis Jumat, 11 September 2026.

Data inflasi tersebut menjadi salah satu informasi penting sebelum Federal Reserve mengambil keputusan kebijakan moneter pada 15-16 September 2026.

Di pasar saham individual, Associated British Foods anjlok lebih dari 10 persen setelah mencatat penjualan yang lemah pada bisnis fesyen murah Primark. Sebaliknya, saham D'Ieteren menguat 5 persen setelah perusahaan holding asal Belgia tersebut mengumumkan penunjukan CEO baru.

Saham Hemnet merosot 15 persen setelah dewan direksi platform properti tersebut memutuskan menghentikan sementara program pembelian kembali saham senilai hingga 600 juta krona Swedia.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index