JAKARTA – Apple akan menggelar Apple Event bertajuk “Surprise and shine” pada 9 September 2026 pukul 10.00 waktu Amerika Serikat, atau Kamis (10/9) pukul 00.00 WIB. Momentum peluncuran iPhone 18 ini berpotensi dimanfaatkan oleh ERAA dan MAPI melalui bisnis Digimap.
Sejumlah laporan memperkirakan Apple akan lebih dulu meluncurkan iPhone 18 Pro dan Pro Max, bahkan ada kemungkinan iPhone lipat ikut diperkenalkan. Sementara itu, versi standar iPhone 18 disebut baru akan menyusul pada musim semi 2027.
Untuk masuk ke Indonesia, konsumen juga kemungkinan masih harus bersabar. Pasalnya, produk Apple biasanya baru tersedia beberapa minggu setelah peluncuran global, tergantung proses administrasi dan distribusinya.
Meski begitu, bagi emiten ritel gadget, kedatangan seri iPhone baru tetap menjadi angin segar. Apalagi, harga iPhone yang semakin mahal ternyata belum cukup untuk membuat konsumen setianya berpaling.
PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA) dan PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) bisa jadi dua emiten yang ikut kecipratan dari momentum ini. Namun, menariknya, cerita pertumbuhan keduanya bukan cuma soal iPhone.
Bagi ERAA, peluncuran iPhone baru bisa menjadi salah satu katalis utama untuk mengangkat penjualan. Apalagi, kinerja bisnisnya mulai menunjukkan perbaikan.
Pada Juli 2026, penjualan toko ERAA tercermin dari metrik Same Sales Store Growth (SSSG) masih turun 8,6% dibandingkan tahun lalu. Namun, penurunan ini sudah membaik dari 11,6% pada Juni.
Sementara itu, penjualan smartphone ERAA pada semester I 2026 tumbuh 6% menjadi 5,35 juta unit, dengan harga jual rata-rata naik 10%.
Artinya, meski pasar smartphone global sedang menghadapi tekanan, ERAA masih mampu mempertahankan pertumbuhan volume dan harga jual. Kehadiran iPhone 18 pun bisa menjadi tambahan dorongan, terutama jika antusiasme konsumen tetap tinggi.
Menariknya, pertumbuhan ERAA sekarang juga mulai datang dari bisnis di luar smartphone. Erablue mencatat pertumbuhan penjualan toko sebesar 15,9% dalam tujuh bulan pertama 2026, sementara pendapatannya melonjak 89%.
Memasuki semester II, ERAA juga punya sejumlah program belanja seperti Erafone Festival Belanja, iBox Anniversary, dan Urban Republic Festival yang bisa membantu mendorong penjualan.
Tak hanya itu, bisnis kendaraan listrik XPENG juga terus diperluas. ERAA menargetkan jumlah dealer XPENG mencapai 20 gerai pada akhir tahun, dengan penjualan semester II ditargetkan 50%-60% lebih tinggi dibandingkan semester I.
ERAA juga semakin agresif masuk ke bisnis gaya hidup melalui merek seperti Levi’s, I Am Donut, dan Oriental Kopi. Jadi, cerita pertumbuhan ERAA sekarang bukan cuma soal iPhone, tetapi juga diversifikasi bisnis.
Sederet prospek itu memberikan katalis bagi harga saham ERAA yang sudah terbang lebih dari 26% hanya dalam sebulan. Secara teknikal, saat ini posisinya masih dalam tren naik.
Strategi buy on retracement bisa dipertimbangkan dengan demand area dari rentang support 540 – 565. Sementara target trading jangka pendek, harga saham ERAA potensial menguji ke resistance terdekat di 635.