Laporan Keuangan Q1 FY2027 Oracle Rilis 10 September 2026

Laporan Keuangan Q1 FY2027 Oracle Rilis 10 September 2026

JAKARTA – Oracle Corporation ($ORCL) merupakan perusahaan perangkat lunak dan infrastruktur cloud asal Amerika Serikat yang bertransformasi menjadi penyedia utama infrastruktur cloud untuk beban kerja AI (Oracle Cloud Infrastructure/OCI). Perusahaan ini dijadwalkan merilis laporan keuangan kuartal pertama tahun fiskal 2027 (Q1 FY2027) pada Kamis, 10 September 2026 setelah penutupan pasar.

Momen earnings ini menjadi ujian besar setelah saham ORCL sempat turun lebih dari 55 persen dari rekor tertingginya. Kondisi tersebut terjadi di tengah perdebatan analis antara peluang beli historis dan kekhawatiran arus kas bebas yang negatif akibat belanja modal AI.

Tanggal rilis laporan keuangan pada 10 September 2026 telah terkonfirmasi resmi melalui situs investor Oracle. Saham ORCL diperdagangkan pada level $153,75 per 3 September 2026, yang menunjukkan rebound 26 persen dalam sebulan terakhir meski masih 55,5 persen di bawah rekor tertinggi $345,72.

Rata-rata target harga dari 44 analis berada di angka $242,69 dengan rating Buy. Namun, Citi dengan target $330 dan RBC Capital dengan target $190 mewakili dua pandangan ekstrem di Wall Street.

Sesi conference call laporan keuangan ini akan dilangsungkan pada pukul 16.00 CT. Pengumuman resmi investor pada 2 September 2026 sekaligus mengoreksi perkiraan tanggal rilis sebelumnya.

Laporan ini mencakup periode Juni hingga Agustus 2026. Pasar menantikan konfirmasi konversi momentum RPO senilai $638 miliar menjadi pertumbuhan pendapatan cloud yang solid.

Ekspektasi pasar terbelah antara optimisme RPO $638 miliar dan kekhawatiran pembakaran kas untuk ekspansi infrastruktur AI. Manajemen mengklaim RPO tersebut memberikan visibilitas yang kuat terhadap pertumbuhan pendapatan mendatang.

Konsensus pasar memproyeksikan pendapatan Q1 sebesar $19,13 miliar dan EPS non-GAAP di rentang $1,72-$1,76. Sementara itu, pertumbuhan pendapatan dipandu pada tingkat 27-29 persen YoY.

Investor juga menantikan kejelasan rencana pendanaan utang dan ekuitas baru sekitar $40 miliar di FY2027. Manajemen memandu pendapatan penuh FY2027 mencapai $90 miliar dengan EPS non-GAAP $8,05.

Rentang perdagangan harian saham ORCL berada di $146,19-$156,77 dengan kapitalisasi pasar sekitar $443,74 miliar. Citi membuka status "90-day upside catalyst watch" dengan melihat earnings September dan investor day Oktober sebagai katalis potensial.

Pada laporan FY2026 penuh, pendapatan Oracle tercatat $67,4 miliar atau tumbuh 17 persen YoY. Kuartal keempat FY2026 menyumbang pendapatan $19,2 miliar dengan Cloud Infrastructure (IaaS) melonjak 93 persen menjadi $5,8 miliar.

Pembakaran arus kas bebas tercatat $23,69 miliar di FY2026 terhadap belanja modal $55,66 miliar. Gap besar ini membuat sejumlah analis seperti RBC Capital tetap berhati-hati.

Target harga 1 tahun berdasarkan Google Finance berada di angka $254,68 yang menyiratkan upside 60,4 persen dari harga $158,78 per 4 September 2026. Rentang target analis membentang lebar dari $110 hingga $400.

Jefferies memangkas target harga menjadi $290 dari sebelumnya $320 namun tetap mempertahankan rating Buy. Penyesuaian ini mengindikasikan sikap yang lebih berhati-hati dari sebagian analis.

Transformasi ke infrastruktur AI membawa risiko finansial yang lebih besar bagi Oracle dibanding bisnis perangkat lunak tradisional. RPO perusahaan melonjak 363 persen YoY menjadi $638 miliar yang didorong oleh kontrak-kontrak AI.

"visibilitas luar biasa" sebagaimana dilansir dari berita sumber. Sebanyak 12 persen dari RPO diperkirakan terkonversi menjadi pendapatan dalam 12 bulan ke depan.

Rebound harga saham sebesar 26 persen dari titik terendah Juli akan diuji melalui rilis laporan keuangan ini. Selain itu, penyelenggaraan investor day pada akhir Oktober 2026 turut menjadi perhatian pasar.

Pengumpulan dana baru senilai $40 miliar berisiko terhadap struktur permodalan jika tidak diimbangi pertumbuhan pendapatan. Utang non-current perusahaan saat ini telah mencapai $124,7 miliar.

Aktivitas jual bersih oleh pihak insider tercatat sebanyak 36 transaksi dalam periode terakhir. Di sisi lain, ketidakpastian valuasi memicu perbedaan pandangan yang lebar di antara para analis.

Per 7 September 2026, saham ORCL diperdagangkan di level $158,83 dan berada di atas MA20 ($148,28) serta MA50 ($139,85). Namun, harga saham masih berada di bawah MA200 ($168,78) yang menandakan tren turun jangka panjang belum sepenuhnya berbalik.

Indikator Stochastic RSI menunjukkan %K berada di level 80,05 dan %D di level 51,34. Gap lebar ini mengindikasikan kenaikan cepat yang berpotensi diikuti oleh konsolidasi atau koreksi jangka pendek.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index