JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berada dalam tren penguatan yang beriringan dengan masuknya aliran dana asing secara masif.
M. Nafan Aji Gusta selaku Senior Technical Analyst Mirae Asset Sekuritas Indonesia menerangkan bahwa pergerakan IHSG secara teknikal tengah berada pada fase reli bullish secara berkesinambungan sembari membentuk arah uptrend.
Sentimen positif yang menopang IHSG pada Jumat, 4 September 2026 dinilai cukup solid.
Berdasarkan data hingga pukul 11.10 WIB, IHSG berada pada level 6.667 atau mengalami pelemahan tipis sebesar 0,06 persen setara 4,8 poin bila dibandingkan dengan posisi pembukaan.
Nafan berpandangan bahwa kembalinya arus dana asing dalam beberapa hari terakhir, utamanya pada saham-saham perbankan dan berkapitalisasi besar, menjadi penanda membaiknya kepercayaan investor.
Pada sesi perdagangan sebelumnya, net foreign buy di pasar reguler tercatat mencapai Rp 1,11 triliun. Meskipun demikian, akumulasi arus dana asing yang keluar sepanjang tahun ini masih berada di kisaran Rp 96,9 triliun.
Oleh karena itu, penumpukan atau akumulasi pada saham-saham pilihan yang memiliki fundamental kokoh sangat direkomendasikan.
"Fokus pada saham bervaluasi murah. Fokus terhadap saham yang menunjukkan arah pembalikan tren, dan gunakan manajemen resiko dengan disiplin," kata dia dalam keterangan tertulis, Jumat (4/9/2026) sebagaimana dilansir dari berita sumber.
Mengenai kondisi global, pergerakan positif pada pasar AS terdorong oleh melandainya kinerja saham di sektor teknologi dan korporasi.
Kondisi tersebut terlihat dari melonjaknya saham Snowflake hingga mencapai sekitar 21 persen yang disokong oleh proyeksi pendapatan berbasis artificial intelligence (AI) secara solid.
Sentimen tambahan juga datang dari langkah Nvidia yang resmi mengoperasikan aksi akuisisi terhadap platform AI open-source Hugging Face dengan nilai mencapai 12,9 miliar dollar AS.
Di samping itu, imbal hasil obligasi US Treasury tenor 10-tahun mengalami penurunan 0,50 persen menuju posisi 4,77 persen usai sempat menyentuh level tertinggi dalam beberapa bulan terakhir.
"Penurunan yield obligasi ini memberikan dorongan bagi pasar ekuitas karena menurunkan biaya pinjaman serta meredakan kekhawatiran investor terhadap beban utang dan inflasi," ungkap dia sebagaimana dilansir dari berita sumber.
Penguatan sentimen pasar diperjelas oleh pernyataan Christopher Waller selaku Anggota Dewan Gubernur Federal Reserve yang memberikan less hawkish effect.
Waller mengindikasikan munculnya sinyal-sinyal disinflasi dan menyetujui penahanan suku bunga acuan bank sentral AS The Fed pada pertemuan mendatang apabila tren penurunan inflasi terus berlanjut.
Nafan menyatakan bahwa pernyataan tersebut memberikan ruang lega bagi para investor, kendati perhatian pasar tetap tertuju pada data inflasi dan nonfarm payrolls mendatang guna memastikan arah kebijakan moneter The Fed.
Sementara pada sektor geopolitik dan pasar komoditas, pergerakan harga minyak mentah jenis Brent maupun WTI terpantau stabil.
Akan tetapi, harga minyak masih bertahan pada level tinggi akibat peningkatan ketegangan militer antara AS dan Iran di kawasan Timur Tengah.
Dari ranah domestik, penguatan mata uang rupiah menjadi katalis penopang yang krusial. Nilai tukar rupiah mengalami apresiasi 0,47 persen ke level Rp 17.679 per dolar AS dan diproyeksikan masih memiliki ruang penguatan seiring efektivitas langkah stabilisasi BI serta membaiknya pasokan valas di dalam negeri.
Sementara itu, kepastian jajaran kepemimpinan BI usai Destry Damayanti dikonfirmasi sebagai Gubernur BI memberikan sinyal keberlanjutan kebijakan moneter, sehingga mampu meningkatkan kepercayaan investor terhadap stabilitas rupiah maupun pasar keuangan.
Di sisi lain, kondisi fundamental ekonomi dalam negeri masih tergolong resilien dengan pertumbuhan ekonomi yang terjaga pada kisaran 5 persen, surplus perdagangan, serta proyeksi pertumbuhan 2026 oleh BI di rentang 4,9-5,7 persen.
"Terakhir, inflasi yang tetap terkendali memberikan ruang bagi kebijakan ekonomi untuk mendukung pertumbuhan tanpa menghadapi tekanan harga yang berlebihan," tutup dia sebagaimana dilansir dari berita sumber.