JAKARTA – PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) sedang menggelar negosiasi untuk melakukan pengambilalihan PT Singaraja Putra Tbk (SINI). Apabila transaksi ini terwujud, CUAN berpeluang menjadi pemegang saham terbesar sekaligus mengendalikan SINI.
Pihak Manajemen CUAN dalam keterbukaan informasi menyampaikan bahwa perseroan telah menguasai secara langsung maupun tidak langsung sebesar 27,78% saham SINI melalui entitas anak usahanya, yaitu PT Kreasi Jasa Persada dan PT Petrosea Tbk (PTRO).
“CUAN sedang melakukan negosiasi dengan pemegang saham SINI untuk membahas antara lain mekanisme, harga, dan waktu penyelesaian yang diantisipasi,” tulis Manajemen CUAN dalam keterbukaan informasi, Jumat (4/9/2026) sebagaimana dilansir dari berita sumber.
Manajemen CUAN menerangkan bahwa rencana pengambilalihan ini masih bergantung pada hasil negosiasi serta terpenuhinya seluruh syarat dan persetujuan yang dibutuhkan.
Selepas transaksi usai, CUAN melalui entitas anaknya diharapkan sanggup bertindak sebagai pemegang saham utama SINI sekaligus memegang kendali atas arah, kebijakan, dan manajemen SINI.
“CUAN melalui entitas anak diharapkan menjadi pemegang saham terbesar SINI sekaligus memiliki pengendalian terhadap arah dan kebijakan serta manajemen SINI,” jelas Manajemen CUAN sebagaimana dilansir dari berita sumber.
Statusnya sebagai calon pengendali baru SINI akan membuat CUAN melaksanakan atau menunjuk anak perusahaannya untuk menyelenggarakan penawaran tender wajib setelah rencana pengambilalihan tuntas. Proses penawaran tender wajib ini bakal terus mengacu pada aturan POJK 9/2018.
Manajemen CUAN mengungkapkan bahwa rencana akuisisi ini difungsikan untuk memperbesar aset grup, memperluas jangkauan jaringan usaha, serta menopang pengembangan bisnis jangka panjang CUAN agar menjadi perusahaan pertambangan dan jasa pertambangan yang terintegrasi.
“Rencana pengambilalihan ini antara lain bertujuan menambah aset grup CUAN, memperluas jaringan usaha, serta menjadi bagian dari rencana pengembangan usaha jangka panjang grup CUAN,” kata Manajemen CUAN sebagaimana dilansir dari berita sumber.
Di samping itu, Manajemen CUAN juga memberikan penegasan bahwa rencana pengambilalihan SINI yang baru saja diumumkan ini merupakan transaksi anyar dan bukan kelanjutan dari transaksi yang sempat diumumkan pada 29 Desember 2025.
Sebelumnya, pihak-pihak terkait telah menyetujui untuk tidak meneruskan pembahasan dan mengakhiri tahapan transaksi tersebut. Oleh sebab itu, rencana pengambilalihan yang berada dalam tahap negosiasi saat ini terhitung sebagai transaksi yang benar-benar baru.