Pasar Saham Menguat, Reksadana Ini Cetak Return hingga 10,28 Persen

Pasar Saham Menguat, Reksadana Ini Cetak Return hingga 10,28 Persen
Ilustrasi pasar saham (FOTO : NET)

JAKARTA – Penguatan pasar saham domestik sepanjang Agustus 2026 mendongkrak kinerja sejumlah produk reksadana saham. Bahkan, beberapa produk sanggup mencetak imbal hasil jauh melampaui rata-rata industri akibat pergerakan positif di beberapa sektor saham.

Berdasarkan data Infovesta, rata-rata reksadana saham mencatatkan return sebesar 3,60% secara bulanan (month on month/MoM) pada Agustus 2026. Hasil tersebut masih di bawah pertumbuhan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang naik 4,64% MoM pada periode yang sama.

Di tengah tren kenaikan pasar, sejumlah reksadana saham berhasil membukukan return di atas rata-rata industri. Salah satunya yakni Simas Syariah Unggulan kelolaan Sinarmas Asset Management yang meraup return 10,28% MoM pada Agustus 2026.

Head of Investment Specialist Sinarmas Asset Management, Domingus Sinarta Ginting menyampaikan bahwa performa Simas Syariah Unggulan utamanya didorong oleh kontribusi positif dari sektor basic materials dan consumer non-cyclical.

"Pergerakan positif pada kedua sektor tersebut memberikan kontribusi yang signifikan terhadap kinerja portofolio," kata Domingus sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Mengenai alokasi aset, sektor consumer non-cyclical dan energy menjadi porsi terbesar dalam portofolio Simas Syariah Unggulan selama Agustus. Pemilihan emiten dijalankan secara selektif dengan mempertimbangkan prospek tiap sektor dan emiten.

Berdasarkan fund fact sheet per 31 Juli 2026, lima portofolio terbesar Simas Syariah Unggulan ditempatkan pada deposito Bank Jabar Banten Syariah sebesar 18,57%, Aneka Tambang 18%, Dharma Satya Nusantara 15,01%, Archi Indonesia 12,20%, dan Japfa Comfeed Indonesia 11,49%.

Hasil positif turut dibukukan oleh Batavia Dana Saham Syariah milik Batavia Prosperindo Asset Management. Produk ini mengantongi return 6,04% MoM pada Agustus 2026, lebih tinggi dibanding rata-rata return reksadana saham yang sebesar 3,60% pada periode sama.

Direktur Batavia Prosperindo Asset Management, Eri Kusnadi menyebutkan bahwa sektor energi, basic materials, dan infrastruktur menjadi penyumbang terbesar bagi kinerja Batavia Dana Saham Syariah pada Agustus.

"Sektor energi mencatatkan kinerja yang baik dari ekspektasi pasar terhadap El Nino yang dapat menguntungkan emiten sektor batubara," ujar Eri sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Sementara itu, pergerakan harga emas turut menyokong kinerja sektor basic materials pada emiten pertambangan emas. Lalu sektor infrastruktur terdorong oleh emiten telekomunikasi yang memperoleh sentimen dari tema investasi data center untuk artificial intelligence (AI) di Indonesia.

Berdasarkan fund fact sheet per 31 Juli 2026, lima portofolio saham terbesar Batavia Dana Saham Syariah dialokasikan pada Aneka Tambang sebesar 6,47%, Alamtri Resources Indonesia 5,10%, Kalbe Farma 4,29%, Indofood CBP Sukses Makmur 4,11%, dan Indofood Sukses Makmur 3,73%.

Strategi Reksadana Saham Selanjutnya

Menghadapi periode mendatang, manajer investasi terus memantau sejumlah sektor yang dianggap memiliki prospek pertumbuhan serta valuasi menarik guna menjaga kinerja portofolio reksadana saham.

Eri menyampaikan bahwa Batavia Dana Saham Syariah bakal tetap berfokus pada sektor healthcare, consumer non-cyclical, dan consumer cyclical. Langkah ini didukung oleh valuasi emiten yang masih menarik serta kinerja keuangan yang cukup stabil dari sisi pertumbuhan pendapatan maupun profitabilitas.

"Batavia Dana Saham Syariah saat ini berencana untuk menambah exposure pada sektor energi yang didukung oleh view terhadap event El Nino," ungkap Eri sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Di sisi lain, Sinarmas Asset Management bakal mengandalkan strategi alokasi aset yang adaptif dengan mencermati dinamika kondisi pasar, prospek ekonomi, serta peluang pada aset syariah.

Domingus menuturkan, strategi tersebut memadukan keahlian fund manager dengan pemanfaatan teknologi artificial intelligence (AI) untuk membantu mengidentifikasi pola, membaca dinamika pasar, hingga menghasilkan pertimbangan dalam pengambilan keputusan investasi.

"Alokasi aset diharapkan dapat lebih responsif terhadap perubahan kondisi pasar, dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian, diversifikasi, serta kepatuhan terhadap ketentuan investasi syariah yang berlaku," ujar Domingus sebagaimana dilansir dari berita sumber.

Pendekatan tersebut menjadi langkah manajer investasi dalam menangkap peluang pertumbuhan di pasar saham sekaligus mengelola kinerja dan risiko portofolio di tengah dinamika pasar mendatang.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index